Pakar Sebut Sudah Waktunya RI Akhiri Pandemi COVID, PPKM Perlu Dicabut

ADVERTISEMENT

Pakar Sebut Sudah Waktunya RI Akhiri Pandemi COVID, PPKM Perlu Dicabut

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 20 Sep 2022 10:04 WIB
Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan penggunaan masker di ruang terbuka. Aturan itu diterapkan karena kasus COVID-19 di Indonesia dinilai semakin membaik
Ilustrasi COVID-19 di Indonesia. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai sudah waktunya Indonesia mengakhiri pandemi COVID-19. Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebutnya aman dicabut akhir September.

Bukan tanpa alasan, ada dua latar belakang di balik usulan tersebut yakni tingginya antibodi yang dimiliki mayoritas warga RI serta angka kematian konsisten rendah. Seperti diketahui, hasil serosurvei populasi warga Indonesia Juli lalu, menunjukkan lebih dari 90 persen sudah memiliki antibodi COVID-19.

"Kita sudah melihat tidak ada lonjakan kasus yang tinggi walaupun sudah ada varian baru BA.4 dan BA.5, angka kematiannya juga rendah. Sekalipun ada, itu karena mereka belum divaksinasi," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (20/9/2022).

"Bahkan di banyak wilayah angka kematian COVID-19 ada yang satu kasus, ada yang nol kasus," terang dia.

Angka keterisian rumah sakit pasien COVID-19 secara nasional disebut Pandu berada di bawah 20 persen. Tidak sedikit RS yang kini hanya merawat satu pasien.

"Ada juga yang kosong (pasien COVID-19) di RS. Artinya apa? Ini benar-benar sudah terkendali. Cuma yang harus ditingkatkan adalah memperkuat vaksinasi booster, merubah kategori vaksin lengkap menjadi tiga dosis," kata Pandu.

Hal ini dikarenakan, dari hasil serosurvei FKM UI, pemilik antibodi COVID-19 paling tinggi adalah mereka yang sudah menerima tiga dosis vaksin COVID-19. Lebih lanjut, Pandu mengaku sudah mengusulkan berakhirnya PPKM kepada staf Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 18 September kemarin.

Namun, pemerintah disebutnya belum memiliki langkah atau perencanaan pencabutan PPKM tersebut.

"Ini kan saya sebenarnya sudah mengusulkan dari beberapa bulan lalu. Benar (Indonesia sudah PPKM level 1 beberapa bulan terakhir), artinya sama saja, aktivitas diizinkan 100 persen, tapi pemerintah masih mempertahankan, belum pede. Direktur WHO Tedros menyebut akhir pandemi di depan mata dan bahkan banyak negara sudah menyatakan hal yang sama, akhir pandemi lebih dekat, tetapi sementara Indonesia masih tetap mempertahankan PPKM," terang dia.

"Bulan September ini, Indonesia perlu mengakhiri pandemi COVID-19 secara bertahap sebagai periode transisi ke pemulihan sosial ekonomi dengan memperhatikan kelompok yang paling terdampak," cuit Pandu dalam akun Twitter pribadinya.



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT