ADVERTISEMENT

Selasa, 20 Sep 2022 18:01 WIB

Arti Tatapan Kosong Raja Charles III di Pemakaman Ratu Elizabeth

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 16: King Charles lll attends a vigil, following the death of Queen Elizabeth ll, inside Westminster Hall on September 16, 2022 in London, England. Queen Elizabeth IIs children mount a family vigil over her coffin lying in state in Westminster Hall. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III. (Photo by Hannah Mckay - WPA Pool / Getty Images) Raja Charles III. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kepergian Ratu Elizabeth II membuat seluruh keluarga kerajaan, termasuk Raja Charles III. Sebelum peti mati dimakamkan, terlihat Raja Charles III dan keempat saudaranya berdiri di samping peti mati sang ratu.

Saat itu, terlihat Raja Charles III tampak serius. Hal ini tak luput dari pandangan pakar bahasa tubuh, Judi James.

"Raja Charles III memimpin saudara-saudaranya berjalan dan berjaga di samping peti mati sang ratu dengan kepala tertunduk. Terlihat ia melakukan beberapa ritual untuk 'mengatasi' kesedihannya, seperti menghisap bibir untuk meningkatkan tekadnya, juga seperti menutup matanya dan mengatur ulang rahangnya," jelas Judi James yang dikutip dari laman Express UK, Selasa (20/9/2022).

"Saat dia berhenti menghadap peti mati, kedua tangannya bermain-main dan bergerak, bahkan menyentuh sisi mantelnya dalam ritual kenyamanan diri atau menunjukkan sedikit kecemasan," sambungnya.

Judi James juga melihat adanya tatapan kosong dari mata Raja Charles III. Ia terlihat sering berkedip yang menjadi bukti lain dari kelelahannya atau mungkin keinginannya untuk menangis.

Bahasa Tubuh Anak-anak Ratu Elizabeth II

Judi James mengatakan Raja Charles III tampak sangat 'lelah' dan langkah kakinya terasa lebih berat. Sementara saudara-saudaranya, terlihat lebih tabah.

"Seperti Anne, ia melihat ke sekeliling aula dengan mata bulat yang terlihat tegas ketika ia menuruni tangga," kata Judi James.

"Kami bisa melihat dia dan saudara laki-lakinya, Pangeran Edward, membenturkan tumit mereka ke lantai seolah-olah berdiri untuk memperhatikan dan, sekali lagi, gerakan kekuatan dan langkah ala militer ini dapat membantu mereka mengatasi dan mengendalikan ekspresi kesedihan mereka," jelasnya.

Pakar bahasa tubuh itu juga melihat Pangeran Edward memiliki 'poker face' atau ekspresi paling kaku dibandingkan saudara-saudaranya. Namun, ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dirinya yang merasa sulit untuk menahan kesedihannya.

"Dia (Pangeran Edward) tampak jauh lebih muda di sini, dengan seragamnya dan bersikap lebih tenang," ujar Judi James.

"Ia memberikan sedikit tanda melalui bahasa tubuhnya, selain menunjukkan tanda ketegangannya dan usahanya menahan emosi yang terlihat dari otot di rahangnya," lanjutnya.

Untuk Pangeran Andrew, Judi James melihat adanya ekspresi wajah yang lebih emosional. Ia memperlihatkan tanda-tanda kesedihan lewat tatapan mata dan mulutnya.

"Dengan tanda-tanda kesedihan, seperti tatapan mata hampa, reflektif dan mulut yang melengkung ke bawah," beber Judi James.

"Itu lebih jelas daripada ketika dia membusungkan dada dan mengangkat dagu untuk menunjukkan keberanian dan ketahanan saat memakai pakaian sipil," pungkasnya.

Simak juga Video: Ahli Ungkap Tanda Tangis Palsu Meghan Markle di Pemakaman Ratu Elizabeth II

[Gambas:Video 20detik]



(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT