ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 07:34 WIB

Kondisi Pandemi COVID-19 Mereda, Kapan Bisa 'Bye-bye' Masker?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menembus 19 ribu orang per Kamis (7/7/2022). Dari total tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak yakni pasien yang membutuhkan perawatan di RS maupun isolasi. Ilustrasi Corona di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut akhir pandemi COVID-19 kini sudah di depan mata. Beberapa negara juga mulai banyak melonggarkan peraturan terkait COVID-19. Apakah dengan situasi COVID-19 yang mulai mereda ini warga Indonesia sudah bisa mencopot masker?

Direktur Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI drg Widyawati, MKM menyatakan hingga kini tidak ada kebijakan resmi yang menyebut bahwa pandemi COVID-19 sudah berakhir dan sudah beralih menjadi endemi. Protokol kesehatan masih terus harus digencarkan, termasuk penggunaan masker. Warga masih diminta terus mengenakan masker.

"Belum ada kebijakan resmi yang keluar bahwa sudah endemi COVID-19, tapi kembali kepada protokol kesehatan. Tetap protokol kesehatan harus kencang, menjaga jarak, mencuci tangan, kemudian hidup sehat. Itu yang harus kita lakukan dan jangan lalai tidak menggunakan masker. Jadi masker itu memang harus selalu dipakai," ujarnya dalam workshop 'Potret dan Tantangan Kesehatan Masyarakat Menuju Endemi COVID-19', Rabu (21/9/2022).

Senada dengan komentar tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyatakan menggunakan masker masih memberikan manfaat. Penggunaan maske bisa memproteksi diri dari serangan penyakit.

"Enak nggak pakai masker? Jarang sakit kan. Iya enakan begini, jarang sakit, jarang sakit flu loh jarang sakit flu jadinya," ucap Dante di Gedung MPR/DPR RI, Selasa (20/9/2022).

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K) menyebut peluang warga bisa melepas masker itu ada. Namun tak terburu-buru, pelonggaran tersebut harus dalam kondisi cakupan vaksinasi COVID-19 booster sudah memadai.

"Saya ingin kita tetap berhati-hati. Kemungkinan melepas masker ada, tapi kondisinya bukan karena sudah sering divaksin," ujarnya beberapa waktu lalu.

"Syaratnya, booster kita sudah cukup tinggi dan penularan di masyarakat sudah terkendali. Kemungkinan untuk membuka masker di tempat terbuka itu ada. Kapannya, itu tergantung kita semua," pungkas dr Erlina.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT