ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 10:50 WIB

Ini Bukti Baru Vape Tak Lebih Baik dari Rokok!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi vape Foto: iStock
Jakarta -

Para peneliti di Universitas Harvard menemukan bahwa vapers bisa menderita kerusakan paru-paru parah. Kondisi ini mulai ditemukan pada remaja dan dewasa muda yang rutin menghisap vape.

Dalam studi pertama yang secara mikroskopis mengevaluasi jaringan paru-paru pengguna rokok elektrik untuk penyakit kronis, peneliti menemukan kerusakan di saluran udara kecil, mirip dengan kerusakan inhalasi kimia pada paru-paru yang biasanya terlihat pada tentara yang kembali dari perang atau seseorang yang terpapar gas beracun.

"Keempat individu yang kami pelajari memiliki cedera yang terlokalisasi pada lokasi anatomi yang sama di dalam paru-paru, bermanifestasi sebagai fibrosis kecil yang berpusat pada saluran napas dengan bronkiolitis konstriktif, dikaitkan dengan vape," kata penulis utama studi Lida Hariri dari Harvard Medical School.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine Evidence juga menemukan vaping akan menyebabkan lonjakan masalah paru-paru seperti kanker, popcorn lung, dan COPD dalam beberapa dekade mendatang.

Studi tersebut melibatkan empat remaja pengguna vape kronis yang mengidap masalah paru. Masing-masing memiliki riwayat penggunaan perangkat antara tiga hingga delapan tahun, dan semuanya mengidap penyakit paru-paru kronis.

Semua pasien menderita beberapa bentuk kerusakan paru-paru. Mereka memiliki hambatan jalan napas kecil, mirip dengan apa yang mungkin diderita seseorang ketika mereka menderita asma.

"Ada banyak hal menakutkan non-kanker lainnya yang dapat terjadi pada paru-paru ketika Anda memasukkan bahan kimia berbahaya," jelas peneliti.



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT