ADVERTISEMENT

Jumat, 23 Sep 2022 18:33 WIB

5 Negara yang Penduduk Tukang Selingkuh, Ada Indonesia?

Nurul Febian Danari - detikHealth
Upset woman crying, seeing her boyfriend with other girl in park Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Perselingkuhan atau menjalin hubungan dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangan adalah hal yang banyak terjadi. Jenjang pernikahan yang sakral pun tak menjadi pembatas bagi mereka yang doyan selingkuh.

Dilansir dari World Population Review, perselingkuhan adalah penyebab paling sering kandasnya suatu hubungan. Menurut laporan Statistik Indonesia dari laman Katadata, jumlah kasus perceraian mencapai 447.743 kasus pada tahun 2021.

Ini menunjukkan peningkatan sekitar 53.50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 291.667 kasus. Faktor tingginya angka perceraian tersebut banyak terjadi karena perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus.

Apa Dampaknya?

Perselingkuhan yang dinilai sebagai bentuk penghianatan terhadap suatu hubungan ini dapat menyebabkan trauma. Dikutip dari Psych Central, Seorang Psikolog, Dennis Ortman menamai respons trauma ini sebagai Post-Infidelity Stress Disorder (PISD), dalam bukunya tahun 2009.

Seperti gangguan stres pasca trauma (PTSD), seseorang yang diselingkuhi akan mengalami syok dan gangguan stress pasca trauma. Dennis juga menambahkan fase pemulihan dari perselingkuhan tidak berbeda dari 5 tahap kesedihan, yakni:

  • Penyangkalan
  • Marah
  • Penawaran
  • Depresi
  • Penerimaan

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa selain stres, perselingkuhan juga dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Pada keluarga, tentu dampak perselingkuhan tak hanya dirasakan pada pasangan, tetapi juga pada anak. Anak-anak akan merasakan kecemasan, takut, hingga depresi.

Mereka merasakan penolakan dan mungkin merasakan bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah. Pada jangka panjang, anak-anak tersebut akan cenderung meniru dan berselingkuh ketika mereka menikah, atau bahkan sama sekali tidak mempercayai pernikahan akibat takut hal yang sama akan terjadi padanya.

Berikut negara-negara dengan penduduk paling banyak selingkuh:

1. Amerika

Di Amerika, setengah dari populasi pasangan yang sudah menikah pernah selingkuh minimal sekali selama pernikahan. Sekitar tiga perempat pria dan lebih dari dua pertiga wanita mengakui bahwa mereka selingkuh tanpa ketahuan.

Mayoritas perselingkuhan terjadi dimulai dari teman dekat dan rekan kerja. Hubungan perselingkuhan rata-rata bertahan hingga dua tahun. Dua pertiga kasus perceraian terjadi akibat perselingkuhan yang akhirnya ketahuan.

2. Thailand

Dilansir dari Bangkok Post, baik pria maupun wanita di Thailand termasuk jajaran pasangan yang kurang setia.

Berdasarkan survei tahun 2012 terhadap 29 ribu responden di 36 negara, Thailand adalah negara dengan penduduk paling tidak setia. Ditambah lagi, Thailand memiliki budaya tradisional bernama mia noi atau memperistri anak di bawah umur.

3. Denmark

Meskipun Denmark adalah salah satu dari tiga besar negara dengna penduduk paling bahagia, namun Denmark juga negara dengan kasus perselingkuhan yang tinggi. Lebih dari sepertiga penduduk di Copenhagen tercatat tidak setia pada pasangan.

4. Prancis

Orang Galia selalu dianggap open minded masalah hati. Faktanya, tradisi I'heure bleue yang mengacu pada jam pulang kerja yang membolehkan pria mengunjungi wanita simpanannya.

Prancis adalah negara dengan penduduk yang percaya bahwa perselingkuhan dapat diterima secara moral. Hanya 28 persen yang menyesali perselingkuhannya.

5. Jerman

Sekitar 68 persen penduduk Jerman mengakui bahwa mereka pernah selingkuh setidaknya sekali pada pasangan mereka. Mayoritas dari kasus perselingkuhan adalah dengan teman.



Simak Video "Bedanya Cemas di Quarter Life Crisis dan Anxiety Disorder"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT