Boleh Gembira, Ilmuwan Bawa Kabar Baik soal Prediksi Akhir Omicron

ADVERTISEMENT

Boleh Gembira, Ilmuwan Bawa Kabar Baik soal Prediksi Akhir Omicron

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 13:30 WIB
Doctor with a positive blood sample for new variant detected of the coronavirus strain called covid Omicron. Research of new african strains and mutations of the Covid 19 coronavirus in the laboratory
Ilustrasi Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13
Jakarta -

Para ilmuwan di bidang evolusi virus meyakini bahwa varian Omicron bisa jadi sinyal berakhirnya pandemi COVID-19. Ini berarti COVID-19 akan menyebabkan gelombang infeksi yang lebih sedikit dan lebih kecil di masa depan karena kekebalan populasi.

Menurut Jeffrey Barrett, mantan kepala inisiatif Genomics Covid-19 Inggris, COVID-19 mungkin akan menetap menjadi endemi dan hanya seperti flu musiman. Ia juga menyatakan COVID-19 tidak akan terus menghasilkan varian baru.

"Saya pikir ada kasus yang masuk akal bahwa kita tidak akan terjebak di treadmill varian baru selamanya. Meskipun, saya telah belajar untuk tidak pernah mengesampingkan hasil apapun," ujarnya pada Times, dikutip dari Express UK, Senin (26/9/2022).

Sementara itu, ahli genomik dan bioinformatika Universitas Leicester, Profesor Anthony Brookes menyatakan pada akhirnya virus COVID-19 akan kehabisan amunisi melawan kekebalan imunitas yang sudah terbentuk sejauh ini. Ia juga percaya bahwa virus COVID-19 pada akhirnya akan berhenti bermutasi.

"Virus berevolusi seperti perlombaan senjata, berubah untuk mengatasi sistem kekebalan kita dan pada gilirannya, sistem kekebalan kita beradaptasi untuk menyerang virus," ujarnya.

"Namun, virus tidak punya pilihan yang tak terbatas, dan pada akhirnya akan kehabisan jalan. Pada titik tertentu kita akan memiliki pertahanan terhadap semua versi Covid di mana pada titik itu, virus akan menjadi endemik," tambahnya.

Ia menegaskan, masih belum bisa memprediksi kapan endemi tersebut bisa tercapai dan belum bisa menyatakan bahwa varian Omicron adalah akhir dari pandemi COVID-19.

"Tapi kita tidak tau kapan ini (endemi) akan terjadi dan kita belum tau apakah Omicron adalah salah satu opsi terakhirnya," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Subvarian Omicron XBB Sudah Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT