Negara Tetangga RI Diprediksi 'Bebas' Pandemi COVID Akhir Tahun

ADVERTISEMENT

Negara Tetangga RI Diprediksi 'Bebas' Pandemi COVID Akhir Tahun

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 07:33 WIB
A man wearing a face mask walks along an empty road in front of the Twin Towers during the first day of Full Movement Control Order (MCO) in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, June 1, 2021. Malls and most businesses in Malaysia shuttered Tuesday as the country began its second near total coronavirus lockdown to tackle a worsening pandemic that has put its healthcare system on the verge of collapse. (AP Photo/Vincent Thian)
COVID-19 di Malaysia. (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan negaranya akan segera mengakhiri masa pandemi COVID-19. Dengan begitu, Malaysia kemungkinan bisa memasuki masa endemi pada akhir tahun 2022.

"Seluruh Malaysia masih dinyatakan sebagai daerah pandemi oleh Menteri Kesehatan. Itu akan diperbarui pada 31 Desember. Saya akan memutuskan apakah akan memperpanjangnya (status pandemi)," kata Khairy yang dikutip dari Straits Times, Selasa (27/9/2022).

"Pada fase endemi nanti, orang-orang yang berisiko tinggi seperti orang tua atau immunocompromised tetap bisa mendapatkan vaksin COVID-19 gratis tahunan, sehingga bisa terlindungi dari virus corona," lanjutnya.

Khairy mengatakan saat ini angka kasus COVID-19 di Malaysia masih terus stabil. Hal itulah yang membuatnya yakin bahwa Malaysia bisa memasuki masa endemi di akhir tahun nanti.

"Selama (angka kasus Malaysia) tetap stabil sekarang, maka saya cukup yakin bahwa pada akhir tahun ... kita akan berada dalam situasi endemik," bebernya.

Di fase endemi nanti aturan karantina tidak akan diperlukan lagi. Selain itu, beberapa persyaratan atau aturan COVID-19 akan dihapus.

Menurut Khairy, ini bisa terjadi karena sebagian besar orang Malaysia sudah berjuang agar angka kasus COVID-19 terkendali dengan baik.

Sebelumnya, Malaysia sempat kekurangan tempat tidur dan sumber daya lainnya yang terjadi pada puncak pandemi tahun lalu. Hal itu membuat pemerintah saat ini sudah bersiap meningkatkan kapasitas rumah sakit, memastikan tempat tidur cukup, unit perawatan intensif, dan ventilator.

"Untungnya Omicron tidak mematikan. Jika Omicron adalah gladi bersih untuk gelombang mematikan lainnya, maka saya pikir kami sudah siap," pungkasnya.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT