Menkes Tanggapi Gula 'Overload' di Produk Es Teh Kekinian, Ini Kekhawatirannya

ADVERTISEMENT

Round Up

Menkes Tanggapi Gula 'Overload' di Produk Es Teh Kekinian, Ini Kekhawatirannya

Irene Putri Wibowo - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 19:17 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Ilustrasi es teh kekinian. Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Viral minuman Es Teh Indonesia dikritik keras oleh netizen gegara diduga mengandung gula berlebihan. Pasalnya, netizen merasa minuman produk Es Teh Indonesia tersebut terlalu manis.

Publik kini menyoroti bahaya kandungan gula yang tinggi pada minuman-minuman manis. Beberapa pakar mengingatkan tentang konsumsi asupan gula per hari, yakni tidak lebih dari empat sendok makan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan aturan pencantuman label gizi termasuk kadar gula sudah diatur melalui Permenkes 30 tahun 2013. Disebutkan, produk siap saji seperti minuman berpemanis atau makanan wajib mencantumkan kadar gula hingga lemak.

"Kementerian Kesehatan punya Permenkes 30/2013 tentang kadar gula garam, pencantuman kadar gula pada minuman. Kita juga Permenkes 63 tentang pencamtuman informasi itu bisa kita lakukan sampai 2019," terang Menkes kepada wartawan di Kompleks Gedung DPR RI, Senin (26/9/2022).

Meski belum mengetahui lebih pasti duduk perkaranya, Menkes mengungkapkan bahwa angka diabetes di Indonesia agak tinggi, yakni 13 persen. Tak hanya pria atau wanita, siapa saja bisa terkena diabetes jika mengonsumsi gula melebihi jumlah batas yang seharusnya.

Tak hanya diabetes, khususnya bagi wanita asupan gula berlebih bisa menyebabkan risiko mengidap sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS). Selain itu dapat memicu kemungkinan gangguan kesuburan yang tinggi.

"Semakin banyak mereka mengkonsumsi minuman manis, semakin besar risiko mereka mengalami PCOS. Banyak yang infertil gara-gara itu," terang spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa 'dr Koko' dalam akun Twitter pribadi @dr_koko28, dikutip detikcom, Selasa (27/9).



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT