Tanda-tanda Kanker Anus, Kondisinya Mirip Ambeien!

ADVERTISEMENT

Tanda-tanda Kanker Anus, Kondisinya Mirip Ambeien!

Fadilla Namira - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 15:15 WIB
Ilustrasi ambeien atau wasir
Ilustrasi kanker anus. Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz
Jakarta -

Kanker anus berbeda dengan ambeien pada umumnya. Meski tanda-tanda kanker anus pada tahap awal memiliki kondisi yang hampir sama dengan ambeien, bukan berarti penyebabnya sama pula.

Kanker anus muncul akibat pertumbuhan sel abnormal di sekitar jaringan dubur itu sendiri atau penyebaran sel kanker dari organ lain, seperti usus besar maupun hati (liver). Sementara itu, ambeien mengacu pada pembengkakan pembuluh darah di rektum atau dubur.

Dikutip dari Medical News Today, berbagai faktor dapat meningkatkan risiko kanker dubur, tetapi infeksi dari dua jenis Human Papilloma Virus (HPV) tampaknya mendasari 91 persen kasus. Penyakit ini jarang terjadi sebelum berumur 35 tahun. Rata-rata diagnosisnya ditemukan ketika seseorang menginjak 60 tahun.

Walaupun terbilang langka, kanker dubur cukup sering menunjukan tanda-tanda sehingga lebih mudah mengarahkan pengidapnya untuk melaporkan kepada dokter. Pemeriksaan rektal digital atau Digital Rectal Exam (DRE) adalah salah satu cara mendiagnosis kasus kanker dubur lebih awal. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan jari yang sudah dilapisi sarung tangan dan pelumas ke dalam anus untuk merasakan benjolan atau pertumbuhan jaringan yang tidak biasa.

Tanda-tanda Kanker Anus

Sayangnya, beberapa kasus kanker anus tidak memunculkan gejala sama sekali. Hal tersebut membuat pengidapnya tidak sadar dan terlanjur sulit diobati ketika di tahap lanjut. Dikutip dari American Cancer Society, gejala penting tanda-tanda kanker dubur meliputi:

  • Pendarahan dari rektum.
  • Gatal di dalam atau sekitar anus.
  • Timbul benjolan di saluran anus.
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di anus.
  • Kotoran (feses) lebih sedikit dari biasanya atau perubahan lain saat buang air besar.
  • Keluarnya cairan tidak normal dari anus.
  • Inkontinensia tinja, yaitu ketidakmampuan usus mengendalikan proses buang air besar.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di anus atau selangkangan.

Tidak menutup kemungkinan kondisi ini disebabkan juga oleh penyakit nonkanker, seperti ambeien, fisura anus, atau kutil dubur. Jadi, jika seseorang merasakan tanda-tanda kanker usus sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat ditemukan dan diobati.

Kebanyakan orang dengan kanker dubur diberikan perawatan kombinasi kemoterapi dan radiasi. Meskipun penggabungan ini berpeluang tinggi terhadap penyembuhan, di sisi lain ia meningkatkan risiko efek samping.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT