Disebut Dialami Lukas Enembe, Kok Bisa Seseorang Terus-terusan Kena Stroke?

ADVERTISEMENT

Disebut Dialami Lukas Enembe, Kok Bisa Seseorang Terus-terusan Kena Stroke?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 29 Sep 2022 15:02 WIB
Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe menjawab permintaan Presiden Jokowi agar kliennya memenuhi panggilan KPK. Pengacara mengatakan Lukas Enembe masih sakit.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Gubernur Papua Lukas Enembe beberapa tahun terakhir mengalami stroke berulang. Hal ini berdampak pada kesulitan komunikasi dirinya, demikian yang diutarakan Ketua Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Dalam empat tahun ini, Pak Lukas sudah empat kali terkena serangan stroke. Sehingga beliau ada keterbatasan dalam berjalan maupun berbicara," tambah Agus Harimurti Yudhoyono.


Apa yang terjadi jika pasien terus-terusan mengalami stroke?

Dikutip dari Mayo Clinic, stroke terkadang bisa menyebabkan cacat sementara atau permanen, tergantung pada berapa lama otak kekurangan aliran darah. Stroke yang berulang juga terjadi bergantung pada daerah mana yang terdampak.

Dalam riset Kanada, setidaknya risiko stroke berulang berisiko selama lima tahun pertama sejak pertama kali terkena stroke.

"Kami menunjukkan bahwa, bahkan pada mereka yang selamat yang tidak mengalami komplikasi sama sekali setelah stroke, tetap ada risiko mereka tidak kembali normal," kata peneliti Jodi Edwards.

"Pasien masih berisiko tujuh kali lebih tinggi mengalami stroke kedua satu tahun kemudian, dan risiko ini tetap tinggi hingga lima tahun," kata Edwards, seorang rekan postdoctoral di Sunnybrook Health Sciences Center di Toronto.

Salah satu hal yang disebut Edward dapat mengurangi terjadinya stroke berulang adalah mengelola tekanan darah tinggi. Selanjutnya, memastikan gaya hidup seperti aktivitas fisik hingga berhenti merokok.



Simak Video "RS PON Ajak Masyarakat Jalan Sehat dalam Memperingati World Stroke Day"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT