Vaksin COVID-19 'Lokal' AWcorna Dapat Izin BPOM, Bakal Dipakai buat Booster?

ADVERTISEMENT

Vaksin COVID-19 'Lokal' AWcorna Dapat Izin BPOM, Bakal Dipakai buat Booster?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Jumat, 30 Sep 2022 16:17 WIB
Tenaga kesehatan menerima Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022). Vaksinasi booster kedua yang diadakan 1-5 Agustus tersebut diberikan untuk tenaga kesehatan dengan ketersediaan 150 dosis per hari.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksin COVID-19 AWcorna yang merupakan salah satu vaksin COVID-19 'lokal' buatan dalam negeri, telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Vaksin ini didaftarkan oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia (PT Etana) dan dikembangkan oleh Abogen-Yuxi Walvax, China.

"Vaksin AWcorna ini akan menjadi peluang untuk Indonesia dapat memproduksi vaksin mRNA sendiri melalui proses transfer teknologi yang saat ini sudah mulai berjalan. Hal ini dapat mendukung cita-cita bangsa Indonesia dalam kemandirian vaksin COVID-19 dalam negeri," ujar Kepala BPOM RI, Penny K Lukito dalam keterangan pers, Jumat (30/09/2022).

Vaksin AWcorna disetujui mendapatkan EUA untuk indikasi pencegahan infeksi virus SARS CoV-2 pada individu usia 18 tahun ke atas. Mengacu pada hasil uji klinik, efikasi Vaksin AWcorna terhadap wild type (virus COVID-19 yang belum bermutasi) sebesar 83,58 persen. Sementara pada varian Omicron, vaksin AWcorna memiliki efikasi sebesar 71,17 persen untuk mencegah kasus COVID-19 kasus sedang.

Selain itu, vaksin AWcorna dapat digunakan sebagai vaksinasi primer (dosis satu dan dua) dan sebagai vaksinasi penguat atau booster.

"Dosis sebagai vaksinasi primer adalah 15 μg/dosis yang diberikan dalam 2 dosis suntikan dengan interval 28 hari. Sebagai vaksinasi booster heterolog, diberikan dalam 1 dosis sebanyak 15 μg/dosis setelah 6 bulan dosis kedua vaksinasi primer dengan menggunakan vaksin inaktivasi (Sinovac atau Sinopharm)," tertera dalam keterangan pers BPOM RI.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril, adanya vaksin buatan dalam negeri yang disetujui izin penggunaan darurat (EUA) oleh BPOM ini dapat memberikan variasi dan mencukupi kebutuhan vaksin masyarakat.

"Adanya vaksin yang sudah mendapatkan izin atau emergencry dari badan POM, EUA tadi. Maka ini menjadikan suatu variasi, tamabahan bagi kita, untuk dapat kita berikan kepada masyarakat, apakah itu dosis vaksin 1 atau vaksin 2 atau booster," ujar Syahril dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/9).

"Karena setiap rekomendasi itu sudah ada, oh itu buat booster, oh ini bisa buat vaksin satu dan dua. Jadi vaksin apapun yang telah direkomendasi BPOM, maka ini bagian dari kita untuk diberikan. Apalagi ada informasi sebagian daerah bukan tidak ada, tapi menipis (stok vaksin), karena ada daerah yang betul-betul cepat menghabiskan vaksin," pungkasnya.



Simak Video "Kelebihan Vaksin AWcorna Dibanding Vaksin Covid-19 Lainnya"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT