8 Tanda-tanda Kanker Ovarium, Kembung hingga Kram Menstruasi

ADVERTISEMENT

8 Tanda-tanda Kanker Ovarium, Kembung hingga Kram Menstruasi

Fadilla Namira - detikHealth
Jumat, 30 Sep 2022 21:41 WIB
asian woman with menstruation and pain period cramps. young women having painful sleeping on sofa at her home
Tanda-tanda kanker ovarium (Foto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong)
Jakarta -

Tanda-tanda kanker ovarium terbilang sering muncul sejak awal pertumbuhannya. Jadi, penting untuk memperhatikan kesehatan tubuh bila terdapat masalah atau hal yang tidak normal lainnya.

Kanker ovarium adalah penyakit ganas yang berasal dari ovarium atau daerah sekitar tuba falopi dan peritoneum. Ovarium sendiri berfungsi membuat hormon dan menghasilkan sel telur untuk proses reproduksi.

Biasanya, wanita memiliki dua ovarium yang terletak di dalam panggul. Selain itu, mereka memiliki sepasang saluran tuba yang berbentuk pipa panjang dan ramping di setiap sisi rahim. Saluran ini nantinya berguna sebagai jalan sel telur ketika melewati ovarium.

Ovarium yang terkontaminasi sel kanker berasal dari berbagai jenis dan subtipe tumor yang berbeda. Jenis tumor yang paling umum adalah adenokarsinoma dengan subtipenya adenokarsinoma serosa. Sebagian besar jenis tersebut dikategorikan tumor tingkat tinggi dan bersifat agresif.

Berdasarkan data Globocan 2020, kanker ovarium masuk ke dalam peringkat 10 besar terkait kasus kanker terbanyak di Indonesia. Sebanyak 14.896 wanita mengidap kanker ini dengan angka kematian sebesar 9.581 jiwa.

Tanda-tanda Kanker Ovarium

Dikutip dari Health, sebagian besar kasus kanker ovarium ditemukan pada tahap lanjut. Hanya satu dari lima wanita yang berhasil mendeteksi kanker tersebut secara dini.

"Manfaat diagnosis lebih dini adalah Anda memiliki (peluang yang lebih baik untuk) bertahan hidup karena mendapatkan pengobatan yang lebih cepat dan baik," kata Mary Rosser, MD, Asisten Profesor Kebidanan dan Ginekologi di Columbia Medical School.

Berikut ini adalah tanda-tanda kanker ovarium:

1. Perut Kembung

Pengidap kanker ovarium kerap merasakan perut kembung dan membesar, padahal itu bisa terjadi karena pembengkakan tumor di ovarium. Kemungkinan lainnya adalah penumpukan cairan di perut (asites) disertai penyakit hati atau kanker.

2. Mudah Kenyang

Penumpukan cairan atau asites yang dialami oleh pengidap kanker ovarium memberikan dampak buruk, seperti kesulitan makan atau terasa cepat kenyang. Akibatnya, berat badan ikut menyusut tanpa sebab.

3. Gangguan Pencernaan

Selain meningkatkan rasa kenyang, asites bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Pengidapnya akan cenderung mengalami ketidaknyamanan di perut, termasuk kembung dan sembelit karena pertumbuhan tumor ganas pemicu sel kanker.

4. Kram Menstruasi

Ketegangan yang tumbuh di dalam panggul tidak jarang menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah. Hal ini acap kali dikaitkan dengan siklus menstruasi biasa sehingga orang mudah mengabaikan tanda-tanda kanker ovarium.

Lebih lanjut, dokter spesialis ginekologi dan ilmu reproduksi di Mount Sinai, Rebecca Brightman, MD, mengatakan bahwa kram adalah gejala lain yang ditandai oleh para ahli medis karena setengah dari orang yang didiagnosis kanker ovarium berusia di atas 63 tahun dan kemungkinan besar pascamenopause.

5. Sakit Punggung

Tanda lain yang patut diwaspadai adalah sakit punggung yang menyiksa. Saking parahnya, pengidap kanker ovarium dapat merasakan sakit yang konstan sampai tidak bisa duduk dan tidur. Sebab, perkembangan asites atau tumor telah merambat ke bagian punggung sehingga mengiritasi jaringan di bagian bawah.

6. Sering Buang Air Kecil

Tidak hanya Infeksi Saluran Kemih (ISK), kanker ovarium mendorong pengidapnya untuk bolak-balik ke toilet. Tanda ini berasal dari pertumbuhan sel kanker di dekat ureter yang membawa cairan dari ginjal ke kandung kemih.

7. Berdarah

Berdasarkan statistik American Cancer Society, pendarahan tidak teratur paling umum dialami orang dengan tumor stroma ovarium. Namun, tanda ini yang terjadi hanya satu persen dari semua kasus kanker ovarium. Tumor ini sering menghasilkan estrogen penyebab pendarahan seperti menstruasi, bahkan setelah menopause.

8. Sesak Napas

Kanker ovarium stadium akhir (3 dan 4) dapat menyebabkan masalah pernapasan. Sebab, sel kanker yang menyebar mulai menekan paru-paru dan menghalangi kemampuan pengidapnya untuk bernapas.

Wanita dituntut cermat untuk mengetahui kondisi yang tidak wajar pada tubuhnya. Tanda-tanda kanker ovarium sebenarnya bisa saja disebabkan oleh penyakit nonkanker atau faktor hormon. Namun, jika kondisinya berlangsung kian parah dan lebih dari dua minggu, segera temui dokter.



Simak Video "Penyakit yang Telan Banyak Dana BPJS Kesehatan: Kanker-Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT