Gaduh Es Teh Kekinian Dikritik Kemanisan, Berapa Batas Konsumsi Gula per Hari?

ADVERTISEMENT

Gaduh Es Teh Kekinian Dikritik Kemanisan, Berapa Batas Konsumsi Gula per Hari?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 06:00 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Heboh kasus EsTeh Indonesia melayangkan somasi kepada konsumennya. Kasus tersebut diawali saat konsumen itu mengkritik produk EsTeh Indonesia yang dianggap terlalu manis di media sosial. Meski pihak konsumen sudah meminta maaf, hal ini terlanjur membuat banyak netizen mempertanyakan kadar gula yang aman untuk dikonsumsi per hari.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK, menjelaskan bahwa batasan konsumsi gula untuk dewasa adalah 50 gram atau setara empat sendok makan gula per hari. Sementara untuk anak-anak adalah 30 gram gula per hari.

"Kalau dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan RI) sendiri sudah ada panduannya. Untuk gula sendiri adalah 50 gram gula per hari untuk dewasa. Kalau anak-anak 30 gram gula aja," ucapnya saat ditemui detikcom di Tangerang Selatan, Jumat (30/9/2022).



Lebih lanjut, dr Diana mengungkapkan bahwa gula sebenarnya sudah ada di sejumlah makanan sehari-hari yang dikonsumsi seperti nasi, kentang, roti, maupun kue. Karenanya, ia menyarankan masyarakat untuk meminimalkan asupan gula dari hidangan lain misalnya minuman teh dan kopi.

Pasalnya, konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang bisa memicu kadar gula darah tinggi dan menyebabkan resistensi insulin. Jika hal ini sudah terjadi, seseorang bisa saja berisiko terkena penyakit diabetes meski tidak memiliki riwayat sekalipun.

"Nah gula itu ada di mana? Sudah ada di makanan kita, nasi sudah ada gulanya, kita makan kentang, roti, kue-kue, itu sudah ada gulanya. Untuk 50 gram sendiri itu setara dengan sekitar 4 sendok makan gula pasir. Jadi kalau bisa sih kurang dari itu. Kita akalin dari minuman-minuman yang kita kurangi. Jadi kita dapat gula dari gula yang alami, kita makan buah, kita makan nasi, kentang, nah gulanya dari situ. Dan gula tambahan dari kita minum kopi dan teh kalau bisa diminimalisir," lanjut dr Diana.



Simak Video "Penjelasan Esteh Indonesia soal Somasi Konsumen"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT