Gaduh Es Teh Kekinian Kebanyakan Gula, Bisa Segawat Apa Sih Efeknya ke Badan?

ADVERTISEMENT

Gaduh Es Teh Kekinian Kebanyakan Gula, Bisa Segawat Apa Sih Efeknya ke Badan?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 01 Okt 2022 13:30 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Belakangan ini, marak kabar Es Teh Indonesia dikritik netizen gegara salah satu produk minumannya dianggap terlalu manis. Karena hal tersebut, banyak netizen yang bertanya-tanya perihal risiko atau dampak mengonsumsi gula yang berlebihan pada tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK, menjelaskan bahwa sebenarnya, gula merupakan jenis karbohidrat yang bagus untuk tubuh. Gula memiliki fungsi sebagai sumber energi utama untuk seseorang bergerak, berpikir, maupun berkonsentrasi. Namun perlu diingat, gula harus dikonsumsi dalam jumlah wajar atau secukupnya.

"Gula sendiri sebenarnya merupakan sumber energi. Dia bagus sebagai sumber energi, terutama termasuk jenis karbohidrat. Karena termasuk jenis karbohidrat, dia merupakan sumber energi utama untuk kita bergerak dan berpikir. Nah justru kalau kita ada asupan gula, itu kita bisa konsen tuh, seperti bekerja, sekolah, nah itu bisa konsen dengan adanya gula. Tapi dengan jumlahnya secukupnya," tuturnya saat ditemui detikcom di Tangerang Selatan, Jumat (30/9/2022).

Konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang bisa memicu kadar gula darah tinggi dan menyebabkan resistensi insulin. Jika hal ini sudah terjadi, seseorang bisa saja berisiko terkena penyakit diabetes meski tidak memiliki riwayat sekalipun.

"Nah kalau jumlahnya berlebihan, itu yang berbahaya. Kadar gula yang berlebihan dalam darah justru bisa meningkatkan kadar gula kita. Jadi asupan gula kebanyakan, kadar gula di dalam tubuh juga kebanyakan atau ketinggian," lanjutnya lagi.

"Jadi dalam jangka panjang, akhirnya apa yang terjadi? Bisa menjadikan resistensi insulin. Jadi malah orang-orang yang suka minum manis-manis, bisa jadi diabetes. Padahal keluarganya tidak ada riwayat diabetes, bisa. Karena kitanya sendiri sering mengonsumsi gula-gula dalam jangka panjang," ucap dr Diana.

Karenanya, dr Diana mengingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan mengonsumsi minuman maupun makanan tinggi gula. Sesekali boleh dikonsumsi asalkan kadar gulanya tidak terlalu banyak.

"Kalau sudah diabetes, sudah masalah kencing manis kenanya bermacam organ. Satu organ yang utama paling sering terkena adalah ginjal," imbuhnya.

"Jadi hati-hati ya untuk minum minuman yang gulanya tinggi, boleh sekali-sekali tapi kita akalin ya supaya kadar gulanya tidak terlalu banyak," sambungnya lagi.



Simak Video "Takaran Gula Tambahan yang Aman Dikonsumsi dalam Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT