Suami Tasya Kamila Sempat Bekukan Sperma, Khawatir Tak Bisa Punya Anak usai Kemo

ADVERTISEMENT

Suami Tasya Kamila Sempat Bekukan Sperma, Khawatir Tak Bisa Punya Anak usai Kemo

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 10:27 WIB
Tasya Kamila
Foto: Instagram @tasyakamila
Jakarta -

Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila menceritakan suaminya, Randi Bachtiar, ternyata sempat melakukan prosedur pembekuan sperma atau sperm freezing karena khawatir tidak bisa punya anak lagi.

Suami Tasya diketahui sempat mengidap kanker limfoma hodgkin sehingga membutuhkan serangkaian pengobatan dan kemoterapi untuk memulihkan kondisinya. Tasya bercerita dokter sempat menyebut Randi akan mengalami infertilitas dan kemungkinannya kecil untuk punya anak lagi usai kemoterapi.

"Suami aku kan cancer survivor dan aku dikasih taunya pas suami aku mau menjalani treatment cancer dan harus kemoterapi. Untuk di case dia, limfoma hodgkins, ada chance menjadi infertile setelah kemo dan radiasi," kata Tasya saat ditemui di agenda Velvet Junior, Jumat (30/9/2022)

Wanita berusia 29 tahun ini sempat menceritakan kondisi tersebut kepada dokter spesialis kandungan. Dokter kemudian menyarankan agar Randi menjalani pembekuan sperma sebelum kemoterapi.

"Jadi sperm freezing dulu sebelum kemo dilakukan. Sebelum itu kan pasti dianalisa dulu kan spermanya. Itu seminggu sebelum kemoterapi,"

Bak keajaiban setelah kemoterapi dinyatakan selesai, kondisi sperma di dalam tubuh Randi dalam kategori baik dan subur. Artinya Tasya dan Randi tetap bisa memiliki anak dengan cara alami.

Saat ini Tasya sedang mengandung anak kedua di trimester kedua. Beberapa waktu lalu, pelantun Anak Gembala ini juga mengadakan gender reveal untuk mengumumkan jenis kelamin calon buah hatinya.

"Jadi alhamdulillah banget, memang kuasa Allah lah ya karena kan sudah ada dua dokter yang bilang nggak bisa punya anak lagi," pungkas Tasya.

Pembekuan sperma seperti yang sempat dijalani oleh suami Tasya adalah proses mengawetkan sel sperma menggunakan temperatur yang rendah untuk digunakan di masa yang akan datang.

Dikutip dari laman Hopkins Medicine, proses pembekuan sperma atau kriopreservasi membutuhkan sejumlah syarat. Pertama pasien harus menjalani tes darah dan spermanya akan dianalisa untuk memastikan tidak ada riwayat penyakit menular seksual.

Sperma kemudian akan dibekukan pada suhu sekitar -196 derajat celcius. Pembekuan ini akan membuat cairan sperma bertahan selama bertahun-tahun.



Simak Video "Sederet Cara Penanganan Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT