Anak-anak Jadi Korban, Dokter Anak Soroti Penggunaan Gas Air Mata di Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Anak-anak Jadi Korban, Dokter Anak Soroti Penggunaan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 11:43 WIB
In this picture taken on October 1, 2022, a group of people carry a man after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya at Kanjuruhan stadium in Malang, East Java. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia late on October 1 when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, officials said. (Photo by AFP) (Photo by STR/AFP via Getty Images)
Kerusuhan di Kanjuruhan, Malang. Foto: AFP via Getty Images/STR
Jakarta -

Dalam informasi terbaru, sebanyak 130 orang dilaporkan meninggal akibat insiden memilukan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang. Meski korban jiwa dinyatakan mayoritas orang dewasa, namun pihak berwenang mengungkap ada pula korban dari kalangan anak-anak.

"Anak-anak ada. Satu keluarga ada. Mereka asal Blitar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo saat ditemui di RS Wava Husada, dikutip dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

"Yang banyak remaja maupun dewasa," katanya.

Dokter anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A turut menyoroti insiden ini. Dalam akun Twitter pribadinya, ia menyoroti penggunaan gas air mata yang menimbulkan efek lebih berat pada anak-anak.

"Kapasitas paru yang masih terbatas membuat efek gas air mata jadi lebih berat dirasakan oleh anak2," tulis dr Denta seperti yang dikutip dari akun Twitter @sdenta atas izin bersangkutan, Minggu (2/10).

Ia menyebut seharusnya gas air mata tidak digunakan untuk mengendalikan kerumunan atau massa yang terdapat anak-anak.

"Gas air mata tidak boleh digunakan untuk mengendalikan massa/kerumunan yang terdapat anak-anak di dalamnya. We should've known better," sambungnya.

Komponen dalam gas air mata rentan membuat seseorang yang menghirupnya tersedak. Komponen gas air mata yang paling umum digunakan adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (gas CS). Senyawa lain yang digunakan atau disarankan sebagai gas air mata termasuk bromoaseton, benzil bromida, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl sianida.



Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT