Fakta-fakta Pembekuan Sperma, Prosedur yang Sempat Dijalani Suami Tasya Kamila

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Pembekuan Sperma, Prosedur yang Sempat Dijalani Suami Tasya Kamila

Nurul Febian Danari - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 21:00 WIB
Tasya Kamila
Tasya Kamila dan Suami. Foto: Instagram @tasyakamila
Jakarta -

Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar ternyata sempat lakukan prosedur sperm freezing atau pembekuan sperma.

Randi diketahui mengidap kanker limfoma hodgkin sehingga membutuhkan rangkaian prosedur pengobatan dan kemoterapi. Tasya menceritakan bhawa dokter sempat menyebut Randi akan mengalami infertilisasi dan berkemungkinan kecil untuk memiliki anak usai kemoterapi. Kekhawatiran tersebut membuat Tasya dan Randi konsultasi ke dokter kandungan. Dokter menyarankan untuk melakukan sperm freezing sebelum kemoterapi.

"Jadi sperm freezing dulu sebelum kemo dilakukan. Sebelum itu kan pasti dianalisa dulu kan spermanya. Itu seminggu sebelum kemoterapi," kata Tasya saat ditemui di agenda Velvet Junior, Jumat (30/9/2022).

Apa itu Pembekuan Sperma?

Dikutip dari laman Human Fertilisation & Embryology Authority (HFEA), pembekuan sperma adalah metode untuk menjaga kesuburan pria sehingga dapat mencoba dan memiliki anak di kemudian hari.

Pembekuan sperma dilakukan dengan beberapa kondisi seperti:

1. Menjalani perawatan medis yang dapat mempengaruhi kesuburan

Perawatan kanker, kemoterapi atau radiasi, dapat menyebabkan penurunan kualitas sperna atau dapat menyebabkan kemandulan. Sehingga pembekuan sperma dapat dilakukan sebelum melakukan perawatan-perawatan tersebut sebelum menjalani kemoterapi atau prosedur kesehatan lainnya.

2. Jumlah sperma rendah atau kualitas sperma buruk

Usia yang semakin menua dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma pada pria. Pembekuan sperma dapat dilakukan untuk menjaga peluang memiliki anak.

3. Orang dengan pekerjaan berbahaya dan berisiko cedera

Pekerjaan seperti anggota militer cukup berisiko untuk cedera, tertular zika atau virus yang ditularkan melalui air mani, serta paparan bahan kimia yang dapat merusak sperma dan kesuburan.

4. Akan menjalani vasektomi

Pria yang melakukan vasektomi atau prosedur untuk memutus penyaluran sperma ke air mani namun ingin sperma tetap tersedia jika ingin memiliki anak di kemudian hari, ia dapat melakukan pembekuan sperma.

Efektivitas Pembekuan Sperma

Pembekuan sperma dilakukan sejak 1053 dan efektif bagi yang ingin mempertahankan kesuburan. Namun ada juga sperma yang tidak bertahan dalam proses pembekuan.

Dikutip dari Healthline, kelangsungan hidup sperma yang mencair lebih dari 50 persen. Jika sampelnya berkualitas, pengurangan ini tidak menjadi masalah karena jumlah sperma rata-rata adalah 15 hingga 200 juta lebih sperma per mililiter mani.

Sperma yang dibekukan tidak kehilangan keefektifannya dan memiliki kapasitas pembuahan yang sama dengan sperma segar.



Simak Video "Infeksi Corona Disebut Berpotensi Bikin Mandul"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT