Dikaitkan Kasus Baim Wong, Ini Wanti-wanti Psikolog soal Konten Prank

ADVERTISEMENT

Dikaitkan Kasus Baim Wong, Ini Wanti-wanti Psikolog soal Konten Prank

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 03 Okt 2022 08:43 WIB
Baim Wong minta maaf soal Citayam Fashion Week
Paula dan Baim Wong (Foto: 20Detik)
Jakarta -

Baim Wong belakangan ini bikin heboh usai memposting konten prank dengan isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Video konten berjudul 'Baim KDRT, Paula Jalani Visum. Nonton sebelum di-Takedown' akhirnya dihapus usai mendapatkan komentar pedas dari publik.

Dalam video tersebut, terlihat Baim Wong yang mengajak istrinya, Paula, untuk melakukan prank dengan berpura-pura menjadi korban KDRT. Hal ini ditujukan untuk mengerjai anggota polisi.

"KDRT bukan bercandaan! Di mana hati nurani kalian! Demi konten kalian menggadaikan rasa simpati dan empati kalian," tulis salah satu netizen yang berkomentar.

Wanti-wanti Psikolog soal Konten Prank

Di luar kasus tersebut, psikolog Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi, beberapa waktu lalu menjelaskan meski prank merupakan permainan, namun perlu diperhatikan juga soal norma sosial yang berlaku. Apabila prank yang dilakukan melanggar hak pribadi dan tidak berperikemanusiaan tentunya tak diperbolehkan.

"Atau prank melibatkan kekerasan fisik, seperti mengikat mata ataupun tangan dengan kencang hingga menyakiti orang bersangkutan," papar Ayu.

Ayu juga menekankan untuk memastikan aman tidaknya sebuah konten prank. Pilih yang aman dan tidak membahayakan baik secara fisik, verbal, dan psikologis.

Disebut tidak aman dan membahayakan jika dapat melukai, menyakiti, merugikan, reaksi emosi negatif yang sangat hebat (tantrum, kemarahan meledak, guncangan emosi hebat, kesedihan yang amat sangat), hingga menyebabkan trauma dan gangguan psikologis atau bahkan sampai bisa membahayakan nyawa seseorang.

"Perhatikan juga situasi kondisi tempat dan lingkungan ketika melakukan prank. Prank yang dilakukan di publik akan lebih beresiko karena sulit untuk mengendalikan faktor-faktor eksternal (dari luar) di lingkungan yang bisa turut berdampak pada orang yang di-prank. Misalnya saja: mengambil kunci (mematikan stop kontak) motor teman ketika sedang menunggu di lampu merah," pungkasnya.



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT