Dokter Anak soal Tragedi Kanjuruhan: Jangan Bawa Balita Nonton Bola di Stadion

ADVERTISEMENT

Dokter Anak soal Tragedi Kanjuruhan: Jangan Bawa Balita Nonton Bola di Stadion

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 03 Okt 2022 09:32 WIB
Kondisi lapangan Stadion Kanjuruhan usai kerusuhan terjadi di stadion itu, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Sedikitnya 129 orang dilaporkan meninggal dunia dan 13 mobil rusak akibat kerusuhan tersebut. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.
Foto: ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU
Jakarta -

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, membawa duka mendalam bagi dunia sepak bola di Indonesia. Ratusan orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Lebih menyedihkan lagi, dilaporkan ada korban usia anak dan balita yang turut menjadi korban luka-luka.

Terkait insiden ini, dokter anak dr Kurniawan Satria Denta, MSc, SpA, mengimbau agar orang tua tidak membawa anak menonton pertandingan sepak bola, terlebih jika laga dimulai pada malam hari.

"Jangan bawa anak langsung nonton bola di stadion, jika usia anak masih di bawah lima tahun, apalagi bayi. Suara riuhnya pertandingan langsung bisa merusak pendengaran bayi," kata dr Denta dikutip dari akun Twitter @sdenta atas izin yang bersangkutan, Senin (3/10/2022).

Pun ingin membawa anak, pastikan orang tua sudah familiar dengan layout stadion, akses masuk dan keluar, titik kumpul dan jalur evakuasi. Jangan lupa bekali anak dengan gelang nama berisi kontak orang tua dan nomor yang bisa dihubungi.

Hal tersebut sebagai antisipasi jika anak terlepas dari orang tua atau pengasuh. Jika pertandingan berlangsung di malam hari, diharapkan orang tua tidak membawa anak.

"Nggak usah juga bawa anak untuk nonton pertandingan dengan risiko rusuh tinggi, selalu hindari kerumunan," paparnya.



Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT