Prank Baim Wong Bikin Ngamuk Warganet, Psikolog Tegaskan Efek pada Korban KDRT

ADVERTISEMENT

Prank Baim Wong Bikin Ngamuk Warganet, Psikolog Tegaskan Efek pada Korban KDRT

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 10:30 WIB
Baim Wong minta maaf soal Citayam Fashion Week
Baim Wong dan Paula dikecam warganet karena konten prank KDRT. Foto: 20Detik
Jakarta -

Menyusul kabar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami pedangdut Lesti Kejora dari suaminya, Rizky Billar, pasangan Baim Wong dan Paula bikin geger gegara prank pura-pura KDRT. Dalam video berjudul 'Baim KDRT, Paula Jalani Visum. Nonton sebelum di-Takedown', pasangan tersebut melapor ke polisi dengan alasan bohongan Baim melakukan KDRT.

Psikolog Klinis dari Ohana Space, Marissa Meditania, menegaskan kasus KDRT tak seharusnya menjadi bahan candaan. Pasalnya, konten-konten yang menganggap lucu KDRT bisa menyebabkan luka semakin parah pada orang yang benar-benar menjadi korban KDRT.

Kemungkinan dampak lainnya, orang-orang yang mengalami tindak KDRT menjadi malu di kemudian hari dan tidak berani melapor.

"Efeknya bisa para korban KDRT yang benar-benar merasakan sedihnya, sakitnya, malunya, dan melihat konten-konten seperti itu yang dibuat menjadi bahan candaan, mereka bisa jadi akhirnya nggak speak up. Karena merasa orang-orang menganggap KDRT itu biasa saja ya, akhirnya ya sudah mereka nggak speak up," tegas Marissa pada detikcom, Senin (4/10/2022).

"Mereka (korban KDRT) menjadi semakin dalam lukanya, karena merasa tidak ada yang mengerti apa yang mereka rasakan," jelas Marissa lebih lanjut.

Sedangkan pada pada pelaku KDRT, konten prank KDRT bisa menimbulkan kesan bahwa tindakan KDRT bukanlah perkara besar, bahkan bisa dijadikan hiburan. Imbasnya, semakin besar potensi KDRT terjadi di rumah.

"Para pelaku KDRT yang melihat itu akhirnya bisa jadi membiasakan bahwa 'oh ternyata melakukan KDRT juga jadi hiburan, biasa saja di orang-orang. Kalau aku melakukan juga nggak jadi masalah isu besar dong'. Akhirnya pelaku KDRT melakukan di rumahnya karena menganggapnya itu bukan sebuah isu yang berat," pungkas Marissa.



Simak Video "Mengenal Siklus KDRT, Polanya Terjadi Berulang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT