Pria Ini Ogah Keluar Rumah Selama 2 Tahun Gegara Parno Corona, Begini Kisahnya

ADVERTISEMENT

Pria Ini Ogah Keluar Rumah Selama 2 Tahun Gegara Parno Corona, Begini Kisahnya

Nurul Febian Danari - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 19:04 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang publik figur di Amerika Serikat, Howard Stern, akhirnya memberanikan diri keluar rumah setelah dua tahun mengisolasi diri dalam bungker miliknya. Sejak 2020 lalu, ia mengurung diri di bungker-nya yang terletak di Southampton gegara takut dengan COVID-19 yang mewabah.

Stern dan istrinya diundang oleh pembawa acara talkshow Jimmy Kimmel ke sebuah acara makan malam bersama artis papan atas lainnya di Laser Wolf, Williamsburg, Brooklyn. Momen itulah yang akhirnya menutup dua tahun momen isolasinya.

"Saya benar-benar memiliki akhir pekan yang melelahkan, secara emosional, secara fisik. Pertama kali dalam dua tahun saya akhirnya keluar rumah. Ini berlebihan untuk saya. Ini berlebihan. Saya belum pernah keluar rumah selama dua tahun," kata Stern pada acara radio yang dibawakannya.

"Saya tahu presiden kami telah memberi tahu kami bahwa pandemi telah berakhir dan semua orang berjalan tanpa masker. Saya masih tidak ingin terkena COVID," katanya.

Stern menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin pergi keluar bunker karena panik, takut terkena COVID-19. Meskipun pandemi disebut-sebut sudah berakhir di negaranya, Stern masih merasa tak ingin terkena COVID-19.

Mantan pembawa acara America's Got Talent ini mengaku bahwa di masa lalu dirinya sangat paranoid terhadap penyakit dan kuman.

Meskipun begitu, ketakutannya ini bukan tak berdasar. Hal ini juga dikarenakan Ben, ayah Stern meninggal karena Covid di usia 99 tahun.

Paranoid terhadap Kuman

Dikutip dari Healthline, phobia atau ketakutan akan kuman dikenal sebagai germaphobia. Dalam hal ini, kuman diarikan secara luas sebagai mikroorganisme yang menyebabkan penyakit seperti bakteri, virus, atau parasit.

Gejala yang dialami oleh germaphobia sama saja seperti phobia pada umumnya, dalam hal ini khusus pada kuman. Penderita akan merasa cemas, takut, gugup, dan khawatir terhadap paparan kuman serta menghindari situasi yang dianggap berisiko terpapar kuman.

Lebih jauh, phobia kuman ini juga akan menimbulkan gelaja fisik seperti detak jantung cepat, keringat dingin, gemetar, pusing, sesak atau nyeri dada, gelisah, mual dan muntah.

Orang dengan germaphobia kerap mengalami dampak pada kehidupan sehari-hari. Ia akan menolak untuk makan di restoran, bahkan enggan berhubungan seksual.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT