Heboh Pandemi COVID-19 Beres Bentar Lagi, Pakar Waswas Penyakit 'Susulan'

ADVERTISEMENT

Heboh Pandemi COVID-19 Beres Bentar Lagi, Pakar Waswas Penyakit 'Susulan'

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 19:35 WIB
Bloomberg perbarui penilaian ketahanan negara terbaik-terburuk dalam respons pandemi Corona. Hasilnya, Indonesia ada di urutan ke 52, nomor dua terbawah sedunia
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Seiring melandainya situasi COVID-19 di Indonesia, narasi akhir pandemi COVID-19 mulai bermunculan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa kemungkinan pandemi COVID-19 di Indonesia akan segera berakhir.

Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof dr Asri C Adisasmita, MPH, MPhil, PhD mengungkapkan meski situasi COVID-19 saat ini terkendali, muncul ancaman penyakit post-COVID yang masih bisa mengancam. Salah satunya, penyakit demam berdarah dengan karakteristik yang berbeda dari sebelumnya.

"Menurut beberapa laporan yang saya terima, penyakit dengue sekarang berbeda karakternya dengan dengue sebelum pandemi COVID-19. Belum diketahui apa penyebabnya, itu kenapa diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut," kata Prof Asri dalam konferensi pers virtual BNPB Indonesia, Rabu (5/10/2022).

Ia memberikan peringatan terutama pada kelompok berisiko, akan adanya kemungkinan efek tidak langsung COVID-19. Prof Asri menyebut, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi kondisi ini.

"Kami perlu melakukan penelitian untuk melihat adanya kemungkinan efek tidak langsung COVID-19, khususnya pada populasi lansia, anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan imunitas lemah," sambungnya.

Bukan Berarti Corona Bakal Lenyap

Komentar senada dinyatakan Guru Besar Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K). Ia menyatakan perubahan status dari pandemi ke endemi nanti bukan berarti COVID-19 lenyap secara total. Ancaman berupa penyakit lain atau varian baru masih bisa muncul.

"Situasi post COVID-19 atau co-infection semacam ini sudah menjadi kekhawatiran ahli di seluruh dunia. Karena itu, selalu kami sampaikan bahwa perubahan status dari pandemi ke endemi bukan berarti COVID-19 lenyap dari muka Bumi. Tapi, kita semua harus berdampingan dengan virus terus selagi prokes tetap dijalankan," kata Prof Amin dalam kesempatan yang sama.

"Secara alami, virus akan selalu bersirkulasi apalagi jika virusnya masih ada di sekitar kita. Jadi, kalau pertahanan yang selama ini dibangun, dihilangkan begitu saja, mutasi virus baru besar kemungkinan terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Rektor UGM Komentari Sinyal WHO Soal Akhir Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT