Mengenal Gender Netral, Dipilih Nyla Anak Nadya Hutagalung

ADVERTISEMENT

Mengenal Gender Netral, Dipilih Nyla Anak Nadya Hutagalung

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 11:31 WIB
Potret Nayla Anak Nadya Hutagalung
Anak Nadya Hutagalung (Foto: Instagram: @nadyahutagalung)
Jakarta -

Belakangan ini heboh anak Nadya Hutagalung, Nyla, mengidentifikasi diri sebagai gender netral. Hal tersebut diceritakan oleh sang ibu melalui postingan Instagram @nadyahutagalung pada 23 September lalu. Dalam postingan tersebut, Nadya menyebut Nyla dengan panggilan Alex.

"Wait. What?! Who is this human?! Where did my #lilchick go?! Even though I see Alex ( Nyla ) EVERYDAY. Suddenly, after lunch this individual appeared in front of me. In fact, I don't think I even saw this person, only my camera did," tulis Nadya, dilihat detikcom Rabu (5/10/2022).

"Mereka (they) ingin nama yang lebih gender netral," tulis Nadya dalam bahasa Inggris ketika menjawab pertanyaan warganet soal perubahan nama putrinya.

Gender Netral Itu Apa?

Berbicara soal gender netral atau non-biner, CSE Officer Rutgers Sanyulandy Leowalu, SKM, M Sexol menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada seseorang yang tak mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki atau perempuan. Ini berbeda dengan biner atau identitas gender yang merujuk pada jenis kelamin seseorang.

"Biner atau non-biner ini adalah identitas gender seseorang, artinya bagaimana seseorang merasakan dirinya sendiri terhadap gendernya," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Identitas gender seseorang umumnya sejalan dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Orang juga sering menganggap identitas gender sebagai biner, yakni pria atau wanita. Namun, beberapa orang mungkin tidak dapat mengkonseptualisasikan identitas gender mereka dalam istilah biner.

"Dia tidak masuk dalam pengkategorian biner, tidak secara eksklusif maskulin atau feminim," sambung Master of Sexology dari Curtin University ini.

Meski begitu, Sanyu menegaskan non-biner ini tidak sama dengan orientasi seksual. Keduanya memiliki terminologi yang berbeda.

Faktor Seseorang Memilih Gender Netral

Dalam kesempatan yang berbeda, psikiater dr Lahargo Kembaren SpKJ dari RSJ Marzoeki Mahdi Bogor mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi seseorang mengidentifikasi dirinya sebagai gender netral. Misalnya seperti faktor biologis, kemudian faktor psikologis yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan.

"Faktor-faktor yang mempengaruhi identitas seksual atau identitas gendernya, seperti salah satunya menjadi netral atau non-biner, bisa apa saja," jelasnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, faktor sosial juga bisa menjadi kemungkinan penyebabnya. Seseorang yang berhubungan dengan orang-orang dengan pikiran yang sama terkait identitas mungkin semakin terdorong untuk mengidentifikasi gender serupa dengan orang-orang lainnya.

"Misalnya seperti apa sih kaidah yang dia pegang, kenapa dia bisa netral, atau lebih maskulin, lebih feminin? Itu bisa jadi dari bacaan-bacaan yang dia dapatkan, dari pengetahuan, dari orang lain yang berbicara mungkin," jelasnya.

"Juga ajaran agama yang dia percaya itu mengizinkan nggak ya dia seperti itu, boleh nggak ya dia seperti itu," pungkas dr Lahargo.

Gender Netral Tak Sama dengan Transgender

Non-biner adalah istilah umum yang menggambar identitas gender yang tidak eksklusif terbatas biner laki-laki atau perempuan. Sedangkan transgender mengacu pada seseorang yang tidak mengidentifikasi dirinya dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir.

Beberapa orang non-biner mungkin mengidentifikasi diri sebagai transgender. Namun beberapa non-biner yang lain mungkin masih mengidentifikasi diri sesuai jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir untuk gelar.

"Non-biner ini bukan orientasi seksual, itu identitas gender," beber Sanyu.



Simak Video "Menkes Ingatkan Warga +62 soal Risiko 'Aging Populasi'"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT