Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

ADVERTISEMENT

Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

dr Barry Anggara Putra, SpPD - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 13:15 WIB
Young female touching right side of body in pain.  Kidney pain. Isolated on white background. infeksi saluran kencing isk infeksi saluran kemih
Ilustrasi Infeksi Saluran Kandung Kemih (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit yang mengganggu proses mikturisi (pembuangan urine). Infeksi ini terjadi karena perkembangan virus dan bakteri pada sistem perkemihan, seperti kandung kemih, ginjal, serta uretra.

Saluran kemih memiliki dua bagian, yakni saluran kemih atas dan bawah. Ginjal dan ureter menyusun saluran kemih bagian atas, sedangkan uretra serta kandung kemih merangkap saluran kemih bagian bawah.

Dikutip dari laman Medical News Today, ISK adalah salah satu jenis infeksi rawat jalan yang paling umum terjadi di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan lebih dari 8,1 juta pengidapnya melakukan kunjungan ke dokter setiap tahun.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

ISK dapat terjadi kepada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Masyarakat perlu waspada bila gejala-gejala di bawah ini terjadi:

  • Anyang-anyangan (Disuria), yaitu rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama pada malam hari (Nokturia).
  • Air kencing yang tidak normal, seperti keruh, gelap, dan berbau menyengat.
  • Perasaan buang air kecil lebih mendesak dari biasanya.
  • Urine berdarah.
  • Sakit di bagian bawah perut dan punggung.
  • Merasa panas dan menggigil.
  • Suhu yang sangat rendah di bawah 36 celsius.

Adapun gejala khusus pada anak-anak dikutip dari National Health Service (NHS UK), antara lain:

  • Suhu tubuh merasa lebih panas dari biasanya, terutama bagian leher, punggung, atau perut.
  • Inkontinensia, yaitu mengompol di atas batas normal.
  • Rigors (menggigil dan kaku).

Balita atau anak-anak di atas enam tahun mungkin sulit memberi tahu orang tuanya tentang gejala ISK yang mereka alami. Jadi, orang tua perlu berhati-hati bila masalah tersebut muncul dan segera konsultasikan kepada dokter spesialis anak.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Faktor umum yang menyebabkan penyakit ini muncul adalah berkembangnya bakteri dari kotoran yang masuk ke dalam saluran kemih. Meskipun ureter punya kekuatan untuk menghadang hal tersebut, pertahanannya bisa saja gagal karena bakteri yang lebih kuat disertai sistem imun tubuh yang kurang.

Ketika itu terjadi, bakteri dapat bertahan sehingga timbul infeksi besar di saluran kemih. Adapun beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko ISK, antara lain:

  • Hubungan seks.
  • Hamil.
  • Kondisi yang mengganggu saluran kemih, seperti batu ginjal.
  • Gangguan mikturisi (pengosongan kandung kemih), misalnya pembesaran prostat pada pria dan konstipasi (sembelit) pada anak-anak.
  • Kateter urine.
  • Sistem imun yang lemah. Umumnya ditemukan pada pengidap diabetes atau orang yang menjalani kemoterapi.
  • Dehidrasi.
  • Tidak menjaga area genital (kelamin) tetap bersih dan kering.

Selain itu, wanita memiliki tingkat risiko ISK lebih tinggi dibanding pria karena memiliki penyebab yang berhubungan langsung dengan kandung kemih dan uretra.

1. Infeksi Kandung Kemih (Sistitis)

Jenis ISK ini biasanya disebabkan oleh Escherichia coli (E. Coli). Sejenis bakteri yang biasa ditemukan di saluran pencernaan atau gastrointestinal (GI). Selain itu, hubungan seksual dapat menyebabkan sistitis pada wanita.

2. Infeksi Uretra (Uretritis)

Wanita memiliki anatomi khusus yang sudah tercipta secara berdekatan, layaknya organ uretra, kandung kemih, vagina, dan anus. Bila bakteri GI menyebar dari anus ke uretra, kemungkinan besar wanita bisa terkena uretritis. Pemicunya terjadi bisa akibat Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti herpes, gonore, klamidia, dan lasma.

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Tes dan pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih berupa:

  • Memeriksa sampel urine dengan meneliti sel darah putih, sel darah merah, ataupun bakteri di dalamnya.
  • Menganalisis bakteri saluran kemih di laboratorium. Tes ini memberitahu dokter bakteri apa yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan obat mana yang paling efektif.
  • Tes pencitraan dengan menjalani USG, Computerized Tomography (CT) scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).
  • Jika ISK berulang, dokter akan melakukan sistoskopi. Sistoskopi adalah pemeriksaan menggunakan tabung tipis dan panjang dengan lensa (cystoscope) guna melihat ke dalam uretra dan kandung kemih.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Antibiotik merupakan pengobatan lini pertama untuk infeksi saluran kemih. Namun, jenis dan dosis antibiotik yang diberikan tergantung pada kondisi kesehatan dan varian bakteri dalam urine pengidapnya.

1. Infeksi Tingkat Dasar

Antibiotik dengan jenis Trimetoprim/sulfametoksazol, Fosfomycin (Monurol), Nitrofurantoin (Macrodantin dan Macrobid), Sefaleksin (Keflex), dan Seftriakson umum diberikan oleh dokter kepada pengidap ISK yang belum terlalu parah.

2.Infeksi Tingkat Lanjut

Bila infeksi ini sering terjadi, dokter tidak hanya memberikan antibiotik melalui oral sebagai pengobatannya. Ia juga merekomendasikan perawatan tertentu, seperti:

  • Pemberian dosis tunggal antibiotik setelah hubungan seksual.
  • Terapi estrogen vagina.
  • Antibiotik intravena di rumah sakit.

Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri (analgesik) yang membuat kandung kemih dan uretra mati rasa. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan rasa terbakar saat buang air kecil, tetapi rasa sakit biasanya hilang segera setelah memulai antibiotik.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Hanya sedikit penemuan kasus komplikasi infeksi saluran kemih, bila ditangani secara cepat dan tepat. Namun, tidak menutup kemungkinan infeksi ini memiliki konsekuensi serius, seperti:

  • Peningkatan infeksi berulang, khususnya pada wanita yang mengalami ISK dua kali atau lebih pada periode enam bulan sampai setahun.
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis).
  • Menaikkan risiko kelahiran bayi prematur atau berat badan kurang pada wanita hamil.
  • Penyempitan striktur (uretra) pada pria.
  • Sepsis, yaitu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi menyebar dari saluran kemih ke ginjal.
  • Pendarahan saat operasi.

Kapan Harus Bertemu Dokter

Bila gejala-gejala ISK memburuk atau tidak membaik dalam dua hari, lekas kunjungi layanan medis kesehatan untuk menerima pemeriksaan lebih dalam. Tidak perlu takut jika infeksi kembali muncul setelah perawatan. Tetap konsultasikan kepada dokter agar mengontrol perkembangannya.

Untuk mencegahnya, ahli medis menganjurkan masyarakat untuk tidak menggunakan sabun dengan kandungan parfum yang tinggi dan penggunaan pemakaian dalam yang terlalu ketat.

Ditinjau oleh:

dr Barry Anggara Putra, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Timur

dr Barry Anggara Putra, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timurdr Barry Anggara Putra, SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Bekasi Timur Foto: dr Barry Anggara Putra, SpPD



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(Fadilla Namira/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT