Hari Tanpa Bra Sedunia: Sejarah dan Fakta

ADVERTISEMENT

Hari Tanpa Bra Sedunia: Sejarah dan Fakta

Fadilla Namira - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 18:45 WIB
Woman dressing brassiere. Close-up rear view photo
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zhenikeyev)
Jakarta -

Hari Tanpa Bra Sedunia atau No Bra Day dirayakan pada tanggal 13 Oktober setiap tahun bersamaan dengan Hari Penglihatan Sedunia. Tujuannya untuk para wanita lebih menyayangi payudaranya.

Adanya peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia, wanita di seluruh dunia diajak untuk lebih peduli dengan kesehatan payudara. Tidak hanya itu, kampanye ini juga memberikan informasi tentang pendeteksian dini kanker payudara dan cara mencegahnya. Sebab, kanker payudara adalah salah satu penyakit mematikan, tetapi bisa dihadang perkembangannya secara masif.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kanker payudara menduduki tingkat pertama dengan kasus kanker yang paling banyak menjangkiti masyarakat Indonesia dan penyumbang kematian pertama akibat kanker.

Kendati demikian, sekitar 43 persen kematian karena kanker bisa dienyahkan jika pasien rutin melakukan pemeriksaan diri secara berkala dan menghindari faktor risiko penyebab kanker, seperti konsumsi alkohol hingga merokok.

Sejarah Hari Tanpa Bra Sedunia

Hari Tanpa Bra Sedunia bermula dari cuitan tagar yang digagas oleh seorang wanita yang diberi nama samaran Anastasia Donuts di situs pribadinya. Ide tersebut berkembang saat ia ikut gerakan Hari BRA (Breast Reconstruction - An Event of Learning and Sharing) yang sudah lebih dulu ada sejak 19 Oktober 2011.

Peringatan tersebut kemudian diusung oleh Dr Mitchell Brown di Toronto, Kanada, untuk meningkatkan kepedulian terhadap wanita yang menjalani operasi pengangkatan payudara (mastektomi) dan kesadaran diri tentang bahaya kanker payudara.

Lalu tiga tahun berikutnya, kedua peringatan tersebut pun disatukan dan diputuskan perayaannya secara internasional pada 13 Oktober.

Fakta-fakta Hari Tanpa Bra Sedunia

1. Tidak Ada Relasi Antara Bra dengan Kanker Payudara

Masyarakat selalu berpikir pemakaian bra yang terlalu ketat seharian dan dilakukan dalam jangka panjang bisa memicu kanker payudara. Nyatanya, kedua hal tersebut tidak ada kaitannya dan dianggap mitos belaka.

Penggunaan bra setiap hari kemungkinan mengurangi kesadaran wanita terhadap kondisi fisik payudaranya secara langsung. Namun, bukan berarti ia jadi penyebab utama kanker payudara.

2. Kampanye Kesehatan

Meskipun tidak berhubungan secara langsung, Hari Tanpa Bra Sedunia tetap jadi prioritas bagi beberapa kalangan untuk menyebarkan edukasi tentang kanker payudara dan berdampak pada respons positif oleh masyarakat. Ditambah lagi, kampanye ini mendukung momen Bulan Kepedulian Kanker Payudara yang dilaksanakan setiap Oktober.

3. Picu Kontroversi

Di negara-negara bebas, khususnya Amerika dan Eropa, masyarakatnya menjadikan Hari Tanpa Bra Sedunia sebagai ajang pornografi dan seksualitas dengan memamerkan kepolosan tubuh di media sosial. Oleh karena itu, momentum ini kerap menuai kontroversi karena tidak selaras dengan tujuan utamanya.

4. Manfaat Melepas Bra

Wanita bisa mencuri waktu untuk tidak menggunakan bra karena ternyata ada manfaatnya tersendiri, seperti memperlancar aliran darah. Bahkan, mereka disarankan untuk melepas bra saat tidur. Lebih dari itu, lakukanlah metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) supaya mencegah penyakit payudara seefektif dan sedini mungkin.

Dengan demikian, wanita dituntut untuk lebih mencintai dirinya dengan memerhatikan kondisi tubuh, terutama di bagian sensitif. Kesadaran akan hal tersebut tentu tidak hanya berlaku saat Hari Tanpa Bra Sedunia saja, namun setiap detiknya wanita harus peduli dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan jalani gaya hidup sehat.



Simak Video "Jadi Trending Topic, Ini Fakta-fakta No Bra Day"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)
Lagi-lagi Hari Tanpa Bra
Lagi-lagi Hari Tanpa Bra
12 Konten
13 Oktober kerap dikaitkan dengan perayaan No Bra Day alias Sehari Tanpa Bra. Bulan Oktober sendiri merupakan bulan kesadaran kanker payudara. Adakah kaitannya?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT