Apa Itu Asfiksia? Penyebab Kematian Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Apa Itu Asfiksia? Penyebab Kematian Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 21:08 WIB
Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA dan Penjelasan Polisi
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan (Foto: AFP via Getty Images/STR)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan penyebab meninggalnya korban tragedi di Stadion Kanjuruhan. Ia menyebut, sebagian besar korban mengalami asfiksia atau kematian karena kekurangan udara.

"Sebagian besar yang meninggal mengalami asfiksia," kata Sigit dalam jumpa pers, di Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur, Dikutip detikNews, Kamis (6/10/2022).

Selain mengalami asfiksia, Sigit juga menjelaskan ada korban yang mengalami trauma di kepala dan thorax, serta patah tulang.

Apa Itu Asfiksia?

Dikutip dari WebMD, asfiksia atau asphyxia adalah kondisi saat tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan berisiko kematian. Saat menarik napas, oksigen akan masuk ke paru-paru melalui hidung dan mulut.

Setelah itu, oksigen masuk ke dalam pembuluh darah kecil atau kapiler dan dibawa oleh sel darah merah menuju jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Apabila proses ini terganggu, terjadilah kondisi yang disebut asfiksia.

Terlepas dari tragedi Kanjuruhan, asfiksia bisa disebabkan oleh ketidaksengajaan atau kecelakaan. Salah satu contohnya seperti tersedak, kondisi saat suatu benda menghalangi jalur udara masuk menuju paru-paru. Selain itu, ada lagi sejumlah penyebab lainnya, seperti:

  • Suffocation atau suatu benda berat yang menindih wajah atau dada sehingga menyulitkan untuk bernapas.
  • Strangulation, kondisi saat leher tercekik oleh tali atau benda panjang.
  • Overdosis obat, seperti opioid yang memiliki efek terhadap pernapasan. Ketika meminumnya dalam dosis tinggi, Anda akan mengalami kesulitan bernapas sehingga tubuh kekurangan oksigen.
  • Birth asphyxia, terjadi apabila janin mendapat sedikit asupan oksigen saat masih dalam kandungan. Hal ini bisa terjadi apabila jumlah oksigen dalam tubuh ibu sedikit, atau ada masalah pada plasenta. Saat dilahirkan, bayi bisa kekurangan oksigen akibat persalinan yang butuh waktu lama.


Simak Video "Penanganan Polisi Terhadap Massa di Kanjuruhan dari Kacamata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT