Studi Sebut Warga +62 Paling Mager Sedunia, Ini Risiko yang Mengintai

ADVERTISEMENT

Studi Sebut Warga +62 Paling Mager Sedunia, Ini Risiko yang Mengintai

Nurul Febian Danari - detikHealth
Jumat, 07 Okt 2022 17:00 WIB
malas
Ilustrasi malas beraktivitas. Foto: shutterstock
Jakarta -

Kata mager atau malas gerak sering terdengar di masyarakat Indonesia. Tak heran Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara paling malas atau mager di dunia. Data ini diperoleh dari hasil penelitian Stanford University, Amerika Serikat, yang terbit pada tahun 2017 lalu.

Dikutip dari Daily Mail, penelitian ini menggunakan data smartphone lebih dari 70 ribu pengguna yang dikumpulkan oleh ilmuwan untuk menunjukkan keaktifan gerak penggunanya di berbagai belahan dunia. Keaktifan gerak ini dilihat dari rata-rata langkah per hari. Hasilnya, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara paling malas gerak dengan 3.513 langkah perhari.

Scott Delp, profesor bioteknologi di balik temuan itu, mengatakan bahwa studi ini 1000 kali lebih besar daripada yang sebelumnya tentang pergerakan manusia.

Studi ini menyediakan data yang lebih kompleks dengan lebih banyak negara dan lebih banyak subjek, serta dapat melacak aktivitas gerak seseorang secara berkelanjutan.

Dari data yang didapat, rata-rata jumlah langkah harian adalah 4.961 langkah atau sekitar 4 kilometer. Tetapi, banyak negara yang turun di bawah standar perkiraan jumlah, termasuk Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Ahli mengatakan, temuan keseluruhan yang menyelidiki faktor sepertu ketidaksetaraan aktivitas dan tingkat obesitas di 46 negara.

Peneliti juga mengatakan semakin besar kesenjangan antara yang aktif bergerak dan mager, semakin banyak orang gemuk yang tinggal di negara tersebut. Hal ini karena rata-rata langkah setiap hari berdampak pada tingkat obesitas di suatu negara.

Dikutip dari laman WHO, tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dua kali lebih tinggi dalam dua dekade terakhir.

Sedangkan untuk tingkat anak-anak, dikutip dari Unicef Indonesia, satu dari lima anak-anak usia 5-12 tahun, satu dari tujuh remaja usia 13-18 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, menurut perkiraan survei Riset Kesehatan Dasar Nasional 2018.

Hongkong menduduki peringkat paling aktif bergerak di dunia dengan rata-rata berjalan 6.880 langkah perhari, disusul China Ukraina, dan Jepang sebagai negara dengan penduduk yang paling aktif bergerak setiap harinya.



Simak Video "Studi Sebut Diet Rendah Lemak Lebih Efektif Dibandingkan Keto"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT