WHO Temukan 4 Merek Sirup Obat Batuk Buatan India Terkait Kematian Anak di Gambia

ADVERTISEMENT

WHO Temukan 4 Merek Sirup Obat Batuk Buatan India Terkait Kematian Anak di Gambia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 09 Okt 2022 05:00 WIB
Senior man pouring medicine out of bottle, close-up
Ilustrasi sirup obat batuk. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi empat merek sirup obat batuk buatan India yang terkait dengan kematian 66 anak di Gambia, Afrika Barat. WHO mengatakan obat tersebut mengandung bahan berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan harus ditarik dari peredaran.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengujian terhadap sampel sirup obat batuk. Dari pengujian itu, ditemukan empat sirup obat batuk buatan India yang mengandung bahan berbahaya, yakni:

  • Promethazine Oral Solution
  • Kofexmalin Baby Cough Syrup
  • Makoff Baby Cough Syrup
  • Magrip N Cold Syrup

Dikutip dari laman BBC, WHO mengatakan analisis laboratorium mengkonfirmasi bahwa sirup ini mengandung diethylene glycol dan ethylene glycol dalam takaran yang berlebih. Dilaporkan, bahan-bahan tersebut bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Dalam penyelidikan WHO, mereka menemukan empat merek obat batuk itu di Gambia. Namun, tidak menutup kemungkinan dipasarkan di negara-negara lain melalui jalur distribusi informal.

"Merek-merek (sirup obat batuk) ini harus diperlakukan berbahaya sampai dilakukan analisis oleh pihak-pihak berwenang terkait," jelas WHO yang dikutip dari BBC, Sabtu (8/10/2022).

Menurut WHO, penarikan produk itu harus dilakukan karena obat yang mengandung bahan berbahaya tersebut bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Investigasi Kementerian Kesehatan India

Kini Kementerian Kesehatan India dan produsen sirup, Maiden Pharmaceutical, melakukan investigasi setelah WHO menetapkan obat batuk buatan India terkait dengan kematian 66 anak di Gambia.

Pemerintah India juga telah meminta WHO untuk mengirim bukti keterkaitan sirup obat batuk dan kematian anak-anak tersebut.

Terkait peredaran obat, India mengatakan sirup obat batuk tersebut hanya diekspor ke Gambia. Namun, menurut kantor berita Reuters, Maiden Pharmaceutical mengekspor obat-obatan ke wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.



Simak Video "Peringatan WHO soal Sirup Obat Batuk pada Kasus Kematian Anak Gambia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT