Viral Penampakan Mata Merah Disebut Korban Gas Air Mata Kanjuruhan, Berbahaya?

ADVERTISEMENT

Viral Penampakan Mata Merah Disebut Korban Gas Air Mata Kanjuruhan, Berbahaya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 10 Okt 2022 06:41 WIB
Viral unggahan yang menyebut adanya korban kanjuruhan mengalami mata merah selama lebih dari seminggu.
Viral unggahan yang menyebut korban Kanjuruhan alami gangguan di mata. (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Baru-baru ini viral postingan di Twitter penampakan mata merah pada orang yang disebut sebagai korban tragedi Kanjuruhan. Dalam unggahan itu, mata merah diyakini terjadi akibat penembakan gas air mata pasca laga Arema FC dengan Persebaya Surabaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

"Sudah seminggu, kondisi mata korban gas air mata di Kanjuruhan masih merah seperti ini. Sumber : Save Our Soccer," tulis @nataliamwijanto, Minggu (9/10/2022).

Menurut dr Ferdiriva Hamzah, SpM (K) dari Rumah Sakit Mata JEC kondisi semacam ini normal terjadi akibat dari efek paparan gas air mata. Mata disebutnya bisa memerah dalam kurun maksimal dua minggu.

dr Ferdi menekankan, jika tidak ada masalah penglihatan, mata merah akibat gas air mata akan membaik dengan sendirinya.

"Tidak perlu khawatir ini. Kalau penglihatan tidak buram, berarti cuma perdarahan selaput mata yang akan hilang sendiri dua mingguan," komentar dr Ferdi dalam postingan serupa, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Senin (10/10).

"Bahkan tanpa obat tetes mata," sambung dia.

[Gambas:Instagram]

Apa itu perdarahan selaput mata?

Dikutip dari Mayo Clinic, gangguan perdarahan mata tersebut juga dikenal dengan subkonjungtiva, kondisi ini menyebabkan pembuluh darah kecil yang berada tepat di bawah permukaan bening mata, pecah. Serupa seperti terjadi memar pada kulit.

Konjungtiva adalah lapisan tipis yang menutupi bagian dalam kelopak mata dan permukaan mata. Konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan sangat cepat, sehingga darah terperangkap.

Selain karena gas air mata, perdarahan subkonjungtiva bisa terjadi akibat batuk yang parah, mengangkat beban berat, mengejan, muntah, atau menggosok mata terlalu kasar.



Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT