9 Gejala Asfiksia, Penyebab Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

9 Gejala Asfiksia, Penyebab Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 07 Okt 2022 15:31 WIB
Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA dan Penjelasan Polisi
Gejala kondisi asfiksia, disebut jadi pemicu sebagian besar kematian di tragedi Kanjuruhan. (Foto: AFP via Getty Images/STR)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan penyebab meninggalnya korban tewas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia menyebut, sebagian besar korban mengalami asfiksia atau kematian lantaran kekurangan oksigen.

Selain mengalami asfiksia, Sigit juga menjelaskan ada korban yang mengalami trauma di kepala dan thorax, serta patah tulang.

"Sebagian besar yang meninggal mengalami asfiksia," kata Sigit dalam jumpa pers, di Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur, Dikutip detikNews, Kamis (6/10/2022).

Dikutip dari WebMD, asfiksia atau asphyxia adalah kondisi saat tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan berisiko kematian. Saat menarik napas, oksigen akan masuk ke paru-paru melalui hidung dan mulut.

Oksigen yang masuk ke dalam pembuluh darah kecil atau kapiler akan dibawa oleh sel darah merah menuju jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Apabila proses ini terganggu, terjadilah kondisi yang disebut asfiksia.

Adapun gejala yang dirasakan apabila seseorang mengalami asfiksia, yaitu:

  • Suara serak
  • Kesulitan menelan
  • Sesak napas
  • Hiperventilasi (bernapas lebih cepat)
  • Kecemasan
  • Konsentrasi buruk
  • Penglihatan kabur
  • Penurunan kesadaran
  • Sakit kepala


Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT