Lagi Ramai di Internet, Ini Gejala Bipolar yang Tak Boleh Disepelekan

ADVERTISEMENT

Lagi Ramai di Internet, Ini Gejala Bipolar yang Tak Boleh Disepelekan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 12 Okt 2022 15:00 WIB
Anxiety disorder menopause woman, stressful depressed, panic attack person with mental health illness, headache and migraine sitting with back against wall on the floor in domestic home
ilustrasi gejala bipolar (Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)
Jakarta -

Baru-baru ini gangguan bipolar trending di internet. Banyak masyarakat yang penasaran sebenarnya gangguan bipolar itu apa sih?

Dikutip dari Mayo Clinic, gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Terdapat dua fase atau episode dalam gangguan bipolar, yaitu fase mania atau manik dan fase depresi.

Pada fase manik, pengidapnya terlihat menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada fase depresi, pengidapnya akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Adapun penyebab gangguan bipolar masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi, seperti:

Perbedaan Biologis. Orang dengan gangguan bipolar tampaknya memiliki perubahan fisik di otak mereka. Pengaruh dari perubahan ini masih belum pasti, namun pada akhirnya bisa membantu menentukan penyebab dari gangguan bipolar yang dialami.

Genetik. Gangguan bipolar lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kerabat tingkat pertama, seperti saudara kandung atau orang tua yang juga mengidap gangguan ini. Para peneliti tengah mencoba untuk menemukan gen yang mungkin terlibat sebagai penyebab dari gangguan bipolar.

Gejala Bipolar

Episode Mania atau Hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi mereka memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata di tempat kerja, sekolah dan kegiatan sosial, serta kesulitan hubungan. Mania juga dapat memicu istirahat dari kenyataan (psikosis) dan memerlukan rawat inap. Berikut gejalanya:

  • Sangat ceria, gelisah, atau tegang
  • Peningkatan aktivitas, energi, atau agitasi
  • Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan (euforia)
  • Kebutuhan akan tidur berkurang
  • Banyak bicara yang tidak biasa
  • Keteralihan
  • Pengambilan keputusan yang buruk

Episode Depresi Mayor

Episode depresi mayor mencangkup gejala yang cukup parah, sehingga menyebabkan kesulitan nyata dalam aktivitas sehari-hari, seperti sekolah, pekerjaan, hingga hubungan. Episode ini ditandai dengan lima atau lebih gejala berikut:

  • Suasana hati yang tertekan, seperti perasaan sedih, kosong, putus asa atau menangis (pada anak-anak dan remaja, suasana hati yang tertekan dapat muncul sebagai lekas marah)
  • Kehilangan minat yang nyata atau tidak merasakan kesenangan dalam semua atau hampir semua aktivitas
  • Penurunan berat badan yang signifikan saat tidak berdiet, penambahan berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan (pada anak-anak, kegagalan untuk menambah berat badan seperti yang diharapkan dapat menjadi tanda depresi)
  • Mengalami insomnia atau terlalu banyak tidur
  • Mengalami kegelisahan atau perilaku yang melambat
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas
  • Penurunan kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau keragu-raguan
  • Memikirkan, merencanakan, atau mencoba bunuh diri

Meskipun demikian, ada baiknya untuk memeriksakan diri lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui kondisi yang dialami. Penanganan tepat meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang.



Simak Video "Gangguan Bipolar yang Diidap Marshanda Juga Bisa Menyerang Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT