RI Disebut Masuk 'Best Skenario' COVID-19, Pandemi Kelar? Ini Artinya

ADVERTISEMENT

RI Disebut Masuk 'Best Skenario' COVID-19, Pandemi Kelar? Ini Artinya

Muhammad Rofiq - detikHealth
Rabu, 12 Okt 2022 17:34 WIB
Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menembus 19 ribu orang per Kamis (7/7/2022). Dari total tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak yakni pasien yang membutuhkan perawatan di RS maupun isolasi.
Corona DKI. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Untuk menyatakan situasi pandemi telah berakhir tidak bisa dilakukan oleh satu negara, karena yang bisa melakukannya hanya Organisasi Kesehatan Dunia atau yang biasa kita kenal dengan sebutan WHO.

"Pandemi, 'pan' itu dunia. Jadi, pandemi tuh epidemi yang terjadi di berbagai negara di dunia. Yang mengatakan pandemi berhenti tidak mungkin satu negara, negara manapun tidak bisa mengatakan pandemi berhenti di dunia. Untuk mengatakan pandemi berhenti di dunia adalah badan dunia karena 'pan' itu artinya banyak atau semua," ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama saat ditemui di Hotel West In, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2022).

Ia juga optimistis jika situasi saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 2020. Selain itu, menurutnya, pernyataan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus soal akhir pandemi di depan mata semakin 'menguatkan' prediksi akhir COVID-19.

"Jadi, kita tunggu nanti statement WHO untuk mengatakan ini berhenti atau tidak. Kan kita tahu pada sekian belas September, Dirjen WHO sudah mengatakan bahwa ujung pandemi sudah di depan mata, artinya sudah keliatan. Memang harus diakui bahwa situasi sekarang, orang masih bilang 'yang meninggal masih sekian', tapi kan dibandingkan dengan 2020 sudah jauh lebih baik. Jadi kita memang bisa optimis begitu," tambahnya.

Indonesia Masuk Fase Apa?

Prof Tjandra mengatakan bahwa ada 3 skenario untuk virus, yaitu base, best, dan worse skenario. Saat ini di Indonesia berada dalam best skenario. Jika momentum tersebut bisa terus terjaga, ia cukup yakin pandemi bisa terkendali.

"Pertama, base skenario, skenario standar, di mana virusnya seperti sekarang ini, ada, tidak terlalu berat, bisa ditangani dengan vaksinasi walaupun mesti diulang-ulang, yang kita harapkan ini berjalan terus. Skenario kedua, best skenario, di mana virusnya lebih lemah, nggak perlu lagi vaksin. Tapi, ada kemungkinan yang namanya worse skenario, walaupun kemungkinan itu kecil. Worse skenario adalah kalau virusnya menjadi lebih berat dan vaksinnya mesti diubah," jelasnya.

"Nah, sekarang kita berada dalam best, mudah-mudahan ini bisa terus, kalau ini bisa terus dijaga, saya sih juga cukup optimis bisa dikendalikan," tambahnya.

Ditanya soal kapan persisnya pandemi COVID-19 akan berakhir di Indonesia, mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara ini mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi, sehingga sulit untuk menyebutkannya secara pasti.

"Banyak faktor yang mempengaruhi, kalau menyebut angka bulan akan sulit," pungkas Prof Tjandra.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT