RS di Bali Ini Layani Terapi Tradisional Lho, Bisa untuk Sakit Apa Saja?

ADVERTISEMENT

RS di Bali Ini Layani Terapi Tradisional Lho, Bisa untuk Sakit Apa Saja?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 13 Okt 2022 07:30 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Foto: Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Pengobatan tradisional tak melulu dilakukan oleh 'orang pintar' alias dukun. Di Bali, rumah sakit menawarkan kombinasi pengobatan medis dan terapi energi tradisional di bawah penanganan dokter yang pastinya tidak kalah 'pintar'. Seperti apa?

Metode tersebut dijalankan oleh RSUP Bali Mandara, terhitung sejak Maret 2022. Koordinator poliklinik pengobatan tradisional, dr Dewa Ayu Indah menjelaskan, metode tersebut berawal dari arahan Gubernur Bali yang meminta adanya kombinasi pengobatan medis dengan terapi energi khas Bali.

"Di sini yang paling khas Bali adalah terapi energinya. Kita benar-benar mengedepankan keamanan pasien. Kita tidak memberikan minum atau suntik apa pun, tidak ada sama sekali. Membantu dari luar terapi energi, jadi dengan gelombang yang dihasilkan aksara. Gelombang itu yang menciptakan aura positif dan membantu penyembuhan," ujarnya saat ditemui detikcom di RSUP Bali Mandara, Bali, Kamis (12/10/2022).

Ruang praktik pegobatan tradisional RS Bali MandaraRuang praktik pegobatan tradisional RS Bali Mandara Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

"Kita membantu pasien untuk menyembuhkan tubuhnya, memaksimalkan untuk sembuh. Jadi segala pengobatan medis hasilnya akan maksimal. Kita nggak menggantikan medis. Kita integrasi. Kita membantu tubuhnya supaya lebih cepat, membantu supaya obatnya bekerja dengan lebih baik," imbuh dr Ayu.

Lebih lanjut dr Ayu menerangkan, jenis pengobatan tradisional yang diberikan bisa berbeda-beda, tergantung kondisi dan penyakit pasien berdasarkan hasil diagnosis dokter.

Namun catatannya, pengobatan tradisional ini tidak diperuntukkan pasien dengan kondisi darurat. Umumnya, pasien yang bisa ditangani pengobatan tradisional datang dengan keluhan berupa nyeri akut kronis, sakit punggung (low back pain), atau nyeri kepala.

"Pasien dengan kondisi apa saja boleh. Kecuali ibu hamil trimester satu dan trimester dua. Ada pengecualian pasien gawat darurat, pasien harus operasi, itu tidak (dilayani pengobatan tradisional). Tapi selebihnya bisa untuk membantu pemulihan pasien," jelas dr Ayu.

"Kadang pasien yang dirawat inap pun kalau meminta layanan ini bisa, mempercepat (pemulihan) pasien karena baringan lama, menstimulasi, kita juga bekerja sama dengan fisioterapi. Akunpuntur, fisioterapi, agar pemulihannya lebih cepat," sambungnya.

NEXT: Bukan pakai dukun



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT