Gisel Kecolongan 3 Produk Madame Gie Pakai Pewarna Tekstil, Ini Efek Sampingnya

ADVERTISEMENT

Gisel Kecolongan 3 Produk Madame Gie Pakai Pewarna Tekstil, Ini Efek Sampingnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 18 Okt 2022 10:01 WIB
Jakarta -

Geger kabar temuan bahan pewarna berbahaya pada tiga produk kosmetik Madame Gie milik selebritis Gisella Anastasia. Produk-produk tersebut adalah tiga dari total 16 produk yang ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada awal Oktober 2022 lantaran ditemukan kandungan terlarang.

Tiga produk tersebut adalah Madame Gie Sweet Cheek Blushed 03, Madame Gie Nail Shell 14 dan Madame Gie Nail Shell 10 dari produksi batch terakhir. Gisel menegaskan, kini produk-produk tersebut telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan.

"Menurut surat penarikan dari BPOM 1 Juli 2022, kita langsung edarkan surat kemudian Madame Gie di Indonesia kita kumpulkan semua barangnya. Akhirnya kami berhasil mengumpulkan dan membumihanguskan di 1 Agustus dengan puluhan ribuan total 1 ton lebih," beber Gisel saat ditemui detikcom di Gading Serpong, Senin (18/10/2022).

Ia mengaku, pihaknya 'kecolongan' lantaran kandungan pewarna terlarang tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak supplier. Padahal, pihak Madame Gie telah melakukan pemesanan sesuai aturan bahan yang seharusnya. Mengingat, produk Madame Gie tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2018 dan terpantau aman. Baru pada batch terakhir ini terjadi kelalaian dari pihak supplier.

"Jadi bukan karena barangnya berbahaya dari awal dan diloloskan sama oknum BPOM, bukan. Tetapi dari awal memang sebetulnya aman. Namun ternyata pas ada random checking di batch terakhir ini, ada perbedaan ingredient yang diakui oleh pabrik adalah kelalaian supplier (pewarna)," ungkap Gisel.

"Jadi benar-benar miss saja semuanya. Tidak ada oknum BPOM yang main, kami juga nggak pernah berusaha untuk mendapatkan izin yang nggak benar. Kami selalu sesuai jalur banget. Jadi ini murni dari produksi," pungkasnya.

Kandung Pewarna Bahan Tekstil

Dalam kesempatan tersebut juga, CEO Madame Gie Teddy Tjin menjelaskan bahan pewarna terlarang yang ditemukan adalah K3 dan K10 yang merupakan bahan pewarna tekstil.

Ia membenarkan, pada penggunaan jangka panjang, bahan pewarna tersebut bisa berefek pada kulit. Pihaknya pun menuturkan terima kasih pada BPOM lantaran sudah melakukan pemeriksaan sehingga produk-produknya bisa ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT