Teridentifikasi di 15 Sirup Obat RI, Kenapa Bisa Ada Cemaran Etilen Glikol?

ADVERTISEMENT

Teridentifikasi di 15 Sirup Obat RI, Kenapa Bisa Ada Cemaran Etilen Glikol?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 19 Okt 2022 19:27 WIB
Womans hand pouring syrup for sick child.
Cemaran etilen glikol di sirup obat (Foto: Getty Images/fotostorm)
Jakarta -

Penyebab 206 kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia masih belum bisa dipastikan hingga kini. Namun Kementerian Kesehatan RI mengimbau warga RI untuk menyetop penggunaan segala jenis obat berbentuk cair atau sirup. Pasalnya, ada dugaan obat cair tersebut mengandung komponen pelarut yang menjadi biang kasus gangguan ginjal akut.

Menyusul itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono menyebut pihaknya telah mengidentifikasi dari 18 obat yang sudah diuji, 15 di antaranya mengandung etilen glikol, yakni bahan yang disebut-sebut memicu gangguan ginjal.

"Kita sudah mengidentifikasi 15 dari 18 obat yang diuji sirup masih mengandung etilen glikol," ujarnya saat ditemui di Hospital Expo PERSI, Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) RI menetapkan aturan, semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa tidak diperbolehkan menggunakan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Namun, EG dan DEG dapat ditemukan sebagai cemaran pada gliserin atau propilen glikol sebagai zat pelarut tambahan. BPOM pun sudah menetapkan batas maksimal EG dan DEG pada kedua bahan tambahan tersebut sesuai standar internasional.

NEXT: Kenapa Bisa Ada Cemaran Etilen Glikol di Sirup Obat?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT