Wanti-wanti Dokter Saraf: Stres Bikin Otak Berubah, Bisa Picu Stroke!

ADVERTISEMENT

Wanti-wanti Dokter Saraf: Stres Bikin Otak Berubah, Bisa Picu Stroke!

Alethea Pricila - detikHealth
Jumat, 28 Okt 2022 13:33 WIB
Closeup of sad young Asian woman at cafe leaning head on clasped hands and staring into vacancy. Tired freelancer feeling burnout. Stress and bad news concept
Stres bisa memicu stroke (Foto: Getty Images/iStockphoto/MangoStar_Studio)
Jakarta -

Stroke bukanlah penyakit yang hanya menyerang orang yang sudah berusia di atas 45 tahun. Nyatanya, penyakit yang menyerang pembuluh darah otak ini bisa terjadi pada mereka yang tergolong muda atau masih pada usia produktif.

Penyakit ini bisa terjadi karena adanya pembekuan, penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Dikutip dari Sutter Health, sekitar 10 hingga 15 persen penderita stroke merupakan orang dewasa yang berusia di bawah 45 tahun dan jumlah ini disebut akan terus meningkat.

Dokter spesialis saraf konsultan neurodegeneratif dr Dyah Tunjungsari, SpN (K) dari Rumah Sakit Pondok Indah, Pondok Indah menjelaskan ada dua faktor risiko terkena stroke yaitu dapat dimodifikasi yang artinya stroke terjadi karena adanya suatu penyakit seperti tingginya tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol.

"Beberapa pasien yang misalnya makannya tidak dijaga, kurang serat, kurang minum air putih mungkin lebih banyak mengonsumsi asam lemak jenuh maka bisa menyebabkan terjadinya faktor risiko stroke tersebut," jelasnya dalam virtual media discussion yang membahas Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Kamis (27/10/2022).

Faktor risiko selanjutnya adalah riwayat keluarga. Kondisi ini membuat mereka yang mempunyai keturunan stroke harus sesegera mungkin melakukan pemeriksaan untuk mencegah terjadinya stroke.

Tak hanya itu, ternyata ada hal lain yang bisa menjadi penyebab risiko stroke yaitu stres yang bisa membuat terjadinya perubahan struktur pada otak.

"Pada saat stres ada beberapa hormon naik, salah satu yang aktif adalah sistem adrenaline yang buat tekanan meningkat, laju nadi cepat. Kalau jangka panjang buat perubahan struktur otak. Sehingga bisa jadi salah satu faktor stroke," ucap dr Dyah.

Maka dari itu, dr Dyah menyebut salah satu cara yang bisa menguranginya adalah dengan mengatur tubuh dan pikiran agar tidak stres.

"Semuanya akan kembali ke diri masing-masing. Bagaimana kita memandang besar nggaknya masalah, support systems itu penting, kalau stress harus diupayakan jalan keluar sementara sementara tidak menumpuk dan disimpan," sarannya.



Simak Video "RS PON Ajak Masyarakat Jalan Sehat dalam Memperingati World Stroke Day"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Hari Stroke Sedunia 2022
Hari Stroke Sedunia 2022
9 Konten
Tanggal 29 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT