Viral Jenazah Korban Tragedi Itaewon Berwarna Keunguan, Inikah yang Terjadi?

ADVERTISEMENT

Viral Jenazah Korban Tragedi Itaewon Berwarna Keunguan, Inikah yang Terjadi?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 31 Okt 2022 11:02 WIB
Pesta Hallowen yang digelar di Itaewon, Korea Selatan berubah menjadi tragedi mengenaskan. Saat ini korban tewas bertambah menjadi 151 orang.
Kerumunan picu ratusan orang meninggal di Itaewon. (Foto: Reuters/Kim Hong-ji)
Jakarta -

Selain trauma mendalam, sejumlah orang yang selamat dari tragedi pesta Halloween Itaewon, Korea Selatan, dengan korban tewas 154 kasus, mengalami cedera parah. Salah satu yang paling banyak dialami adalah munculnya memar ungu di sekujur tubuh.

Foto-foto korban yang tersebar di media sosial jelas memperlihatkan tubuhnya, terutama bagian kaki, berwarna ungu kebiruan. Keluhan ini diikuti dengan munculnya sesak napas.

Kondisi itu juga sebelumnya dialami oleh korban Itaewon yang tak berhasil selamat. Mulanya muntah darah, kemudian sekujur tubuh berwarna keunguan, hingga akhirnya meninggal.

Spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia mencoba menjabarkan dua kemungkinannya. Hal yang kemudian disinggung adalah emboli paru.

"Kemungkinan pertama emboli paru. Tanda dan gejala utama sesak napas, nyeri dada, dan batuk disertai darah," kata dia dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (31/10/2022).

"Tanda dan gejala lain yakni irama jantung tidak teratur, pusing, keringat banyak, demam/meriang, nyeri dan atau bengkak pada tungkai bawah, dan kulit jadi pucat/sianosis," lanjut dia.

Pria yang akrab disapa dr Koko itu kemudian menyebut kondisi emboli paru bisa terjadi secara berbarengan atau serentak pada korban pesta Halloween Itaewon dikarenakan adanya desakan hingga rongga dada tertekan, kemudian volume paru berkurang.

Bisa juga dipicu oleh faktor risiko seperti riwayat diabetes, obesitas, kebiasaan alkohol dan lain sebagainya.

"Satu spek dari trias Virchow terjadi dalam keramaian itu. Dua aspek lain ada di faktor risiko," katanya.

Kemungkinan lain disebut dr Koko bisa terjadi karena adanya serangan jantung. Namun, kemungkinan ini menurutnya lebih kecil.

"Meski tetap ada kesamaan sebagian gejala, nyeri dada, muntah darah, dan jadi "ungu" (sianosis)," tutur dia.

"Hanya saja, jarang terjadi infark myocard yang serentak," sambungnya.

Jika kemungkinan pertama yang terjadi, tentu korban pesta Halloween di Itaewon tak hanya membutuhkan cardiopulmonary resuscitation CPR, melainkan perlu dibarengi terapi tromboliosis atau trombektomi.

"Warga kita perlu edukasi luas terkait CPR dan pencegahan trombosis," pungkas dia.



Simak Video "Kenali Penyebab Henti Jantung yang Diduga Pemicu Tewaskan 153 Orang di Itaewon"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT