Pakar Sorot Insiden Itaewon, Begini Kondisi Tubuh saat Terhimpit Kerumunan

ADVERTISEMENT

Pakar Sorot Insiden Itaewon, Begini Kondisi Tubuh saat Terhimpit Kerumunan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 01 Nov 2022 18:10 WIB
An investigator inspects the scene of a stampede that happened during Halloween festivities, in Seoul, South Korea October 31, 2022. REUTERS/Kim Hong-Ji
Tragedi Itaewon. (Foto: Reuters/Kim Hong-Ji)
Jakarta -

Penyebab ratusan kematian dalam pesta Halloween Itaewon masih dalam penyelidikan. Namun beredar dugaan kuat, kematian tersebut dipicu oleh henti jantung karena massa berdesakan.

Sejumlah ahli menduga, kepadatan orang yang berdesakan di gang-gang sempit kawasan Itaewon menjadi penyebab ratusan kematian tersebut. Saking padatnya lokasi tersebut, orang-orang bertumpuk, terperangkap, dan tertekan secara keras sehingga mereka kesulitan mengendalikan gerakan tubuh.

"Saat seseorang merasa sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuh, biasanya sudah terlambat untuk keluar dari ruang tersebut karena pada dasarnya, (tempat itu) tidak menawarkan jalan keluar apa pun," kata Milad Haghani, dosen senior di School of Civil and Teknik Lingkungan Universitas New South Wales di Australia, dikutip dari The Straits Times, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, kepadatan dengan 5 orang per meter persegi sudah terasa sempit namun masih bisa dikelola. Begitu jumlahnya bertambah menjadi sekitar 8 hingga 9 per meter persegi dan seterusnya, situasi menjadi berbahaya.

Pakar perilaku kerumunan dan kesiapsiagaan darurat, Haghani, menambahkan begitu timbul kepadatan, kerumunan akan menjadi tidak stabil dan orang-orang bisa kehilangan kendali. Lantaran orang-orang tak berdaya untuk bergerak bebas dan meninggalkan lokasi, terjadi turbulensi.

"Jika satu orang jatuh di satu titik di kerumunan, itu mungkin menciptakan gelombang kejut yang menyebar di antara kerumunan dan mengakibatkan banyak orang jatuh satu sama lain tanpa sadar," ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya, kekuatan yang dihasilkan oleh lonjakan massa saja bisa cukup kuat untuk membengkokkan batang baja. Seringkali, penyebab utama kematian dalam kerumunan padat adalah sesak napas.

Ahli keamanan kerumunan dan profesor di University of Suffolk di Inggris, Keith Still, menyebut dalam kerumunan yang amat padat, orang-orang saling berbenturan layaknya kartu domino. Semakin besar kekuatan, semakin banyak orang yang jatuh, semakin ekstrim tekanan dalam kerumunan.

"Kekuatan massa dapat mencapai tingkat yang hampir mustahil untuk dilawan atau dikendalikan," ujarnya.



Simak Video "Ada Kaitan Covid-19 dengan Henti Jantung Korban Tragedi Itaewon?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT