Gagal Ginjal Akut Dipicu Vaksin COVID lewat ASI? Pakar: Nggak Masuk Akal

ADVERTISEMENT

Gagal Ginjal Akut Dipicu Vaksin COVID lewat ASI? Pakar: Nggak Masuk Akal

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 02 Nov 2022 14:30 WIB
Ilustrasi anak sedang dirawat di rumah sakit
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Cemaran bahan etilen glikol pada sejumlah produk obat cair atau sirup diduga kuat menjadi pemicu ratusan kasus gangguan ginjal akut di Indonesia. Sempat muncul juga dugaan bahwa kasus gagal ginjal tersebut berkaitan dengan vaksin COVID-19, padahal mayoritas pasien gagal ginjal akut berusia di bawah 6 tahun dan belum bisa divaksinasi COVID-19.

Menyusul dugaan tersebut muncul juga narasi bahwa gagal ginjal akut pada anak disebabkan oleh air susu ibu (ASI) dari ibu yang telah disuntik vaksin COVID-19. Spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD meluruskan, narasi tersebut sama sekali tidak benar.

"Tidak benar. Ibu menyusui yang divaksinasi itu kan banyak banget. Tapi kasus gagal ginjal ini kan cuman terjadi di Indonesia dan di Gambia sekarang. Jadi kalau karena ASI, seharusnya terjadi di banyak negara. Nggak masuk akal, nggak benar itu," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

Tidak Ada Kaitan Kasus Gagal Ginjal dengan Vaksin COVID-19

Dalam kesempatan tersebut juga, dr Dirga menegaskan telah dilakukan pemeriksaan perihal riwayat obat dan vaksin yang sempat digunakan anak-anak pasien gangguan ginjal akut.

Kemudian pada jenis-jenis vaksin yang sempat digunakan, tidak ditemukan cemaran etilen glikol dan dietilen glikol sebagaimana diduga sebagai biang kerok gagal ginjal akut.

"Kita lihat dari usianya. Kalau ngomongin vaksinasi COVID-19, di Indonesia kan anak dari umur 6 tahun ke atas. Akhirnya semua anak di Indonesia berusia 6 tahun ke bawah belum divaksinasi sama sekali. Tapi justru kasus gagal ginjal itu semuanya anak kecil. Kita bisa langsung menyimpulkan ini pasti bukan karena vaksinasi COVID-19," imbuh dr Dirga.

"Kita sudah melakukan pengecekan pada beberapa jenis vaksin, tidak ada yang dicemari etilen glikol dan dietilen glikol. Saya tegaskan di masa sekarang, itu yang disuruh hati-hati obat sirup. Jadi vaksin apa pun tetap lanjut seperti biasa. Nggak ada yang nyuruh penundaan vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Obat Cair Sementara Disetop, Kemenkes Sarankan Obat Tablet-Kapsul"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT