5 Penyakit yang Muncul saat Musim Hujan, Leptospirosis hingga 'Tipes'

ADVERTISEMENT

5 Penyakit yang Muncul saat Musim Hujan, Leptospirosis hingga 'Tipes'

Fadilla Namira - detikHealth
Sabtu, 05 Nov 2022 05:00 WIB
Warga menggunakan payung basah-basahan menerobos hujan  saat melintas di pelican crossing Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2022). Hujan deras yang mengguyur pada saat jam pulang kerja membuat para pegawai menerobos hujan untuk menggunakan kendaraan umum. Musim penghujan yang datang lebih awal diperkirakan masih berjalan panjang dan mencapai puncaknya pada Desember 2022 hingga Januari 2023.
Musim hujan di Jakarta (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Memasuki penghujung akhir tahun, kebanyakan wilayah Indonesia berpotensi dilanda intensitas hujan yang tinggi. Terkait hal itu, para dokter tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu berwaspada terhadap penyakit yang muncul saat musim hujan.

Suhu yang lebih rendah dari biasanya akibat musim hujan, membuat virus dan bakteri berkembang lebih cepat. Peningkatan jumlah mikroorganisme ini tentu mempermudah penyebarannya ke berbagai tempat dan udara, baik itu di dalam ruangan maupun area terbuka.

Ditambah, pandemi COVID-19 yang belum usai membuat sistem kekebalan tubuh manusia harus berjuang keras melawan virus dan bakteri jahat penyebab penyakit. Bila tubuh tidak dalam kondisi yang optimal, seseorang akan lebih mudah terkena atau tertular penyakit. Lantas, penyakit apa perlu diwaspadai bila musim hujan datang?

Penyakit yang Muncul saat Musim Hujan

1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

Kadar air yang tinggi di udara mendorong virus penyebab ISPA tumbuh lebih cepat dibandingkan ketika suhu lebih hangat dan kering. Akibatnya, masyarakat berisiko tinggi terkena ISPA, yaitu penyakit saluran pernapasan atas atau bawah. Bila tidak segera diobati, penyakit ini memicu masalah kesehatan lain, seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, atau bahkan COVID-19.

2. Diare

Diare termasuk gangguan pencernaan (gastrointestinal) yang ditandai dengan perubahan tekstur feses lebih cair atau keinginan Buang Air Besar (BAB) lebih sering. Hujan dan banjir menyebabkan peningkatan kontaminasi bakteri di air bersih. Selain itu, faktor risiko seseorang mengalami diare bisa berasal dari sanitasi lingkungan yang buruk, tidak menjaga kebersihan diri dengan baik, dan mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

3. Demam Tifoid

Bakteri bernama Salmonella Typhi adalah penyebab utama dari demam tifoid. Umumnya, kontaminasi bakteri pemicu penyakit akut ini ditemukan pada makanan atau minuman. Dalam bahasa sehari-hari kerap disebut 'sakit tipes'.

4. Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah cukup lurah di masyarakat Indonesia, terutama saat musim hujan tiba. Penyakit menular satu ini bermula dari perkembangbiakan nyamuk jenis aedes aegypti di tempat-tempat lembab ataupun genangan air. Semakin banyak nyamuk jenis tersebut berkembang, maka penyebaran virus dengue kian masif menjangkiti seseorang.

5. Leptospirosis

Leptospirosis sering dijumpai di kawasan rawan banjir. Sebab, bakteri spirochaeta penyebab penyakit ini berasal dari urine tikus. Jadi apabila terserap oleh lapisan kulit manusia, efek yang ditimbulkan cukup parah. Efek tersebut berupa sakit kepala, diare, kulit kering dan kekuningan, demam tinggi, dan sembelit.

Oleh karena itu, dokter umum dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Kristanti Diliasari membagikan tips untuk melindungi sistem imun tetap kuat dan mencegah berbagai penyakit selama musim hujan.

Tips mencegah penyakit yang muncul saat musim hujan:

  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
  • Rutin berolahraga.
  • Tidur yang cukup 7-9 jam
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Menjaga suhu tubuh tetap hangat.
  • Memelihara kebersihan diri dan lingkungan.
  • Melakukan vaksinasi agar tidak mudah terkena infeksi.

Pencegahan-pencegahan ini tentu akan efektif bila dilakukan dengan konsisten dalam jangka panjang. Bila seseorang mengalami gejala-gejala penyakit yang muncul saat musim hujan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, segera bawa ke rumah sakit atau layanan medis terdekat untuk diberikan pengobatan yang tepat.



Simak Video "Cuaca Dingin Bisa Tingkatkan Potensi Infeksi Virus Corona?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT