Luhut Sebut Puncak COVID-19 Varian Baru Tiba 2 Bulan Lagi, RI Mulai Waswas?

ADVERTISEMENT

Luhut Sebut Puncak COVID-19 Varian Baru Tiba 2 Bulan Lagi, RI Mulai Waswas?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 05 Nov 2022 14:00 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Aulia Damayanti/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan puncak gelombang varian baru COVID-19 diprediksi terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Hal ini diungkapkannya dalam postingannya di akun Instagram pribadinya (@luhut.pandjaitan) baru-baru ini.

"Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati dan berangkat dari trajectory kasus COVID-19 yang lalu, puncak gelombang berbagai varian baru ini diperkirakan akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan," tulisnya dalam postingan Instagram yang dilihat detikcom, Sabtu (5/11/2022).

"Namun, varian baru ini diprediksi akan tetap lebih rendah dibandingkan dengan awal tahun, yakni puncak Omicron yang lalu," lanjut dia.

Melihat itu, Luhut menegaskan agar semua pihak tetap waspada dan cermat. Hal itu merujuk pada lonjakan kasus COVID-19 yang kembali terjadi beberapa hari ini. Data terakhkr per Jumat (4/11), kasus baru harian mencapai 5.303.

Dalam postingannya, Luhut mengungkapkan kenaikan kasus untuk wilayah Jawa-Bali. Ia juga menyorot angka kematian di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

"Khusus untuk wilayah Jawa-Bali peningkatan kasus konfirmasi harian terlihat di seluruh Provinsi Jawa dan Bali. Selain itu peningkatan angka kematian utamanya di Jawa Tengah dan DIY juga naik cukup signifikan," sambungnya.

Melihat kondisi itu, Luhut menyebut pemerintah akan terus berkaca pada kasus dan pola COVID-19 yang terjadi di negara lain. Ini merupakan salah satu cara untuk memprediksi segala kemungkinan yang terjadi di ke depannya.

Terkait kasus harian yang kembali menyentuh angka 5.000 kasus, pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk membendung terjadinya keparahan yang lebih dalam yang disebabkan subvarian Omicron XBB. Misalnya seperti meningkatkan capaian vaksinasi booster dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan.

"Hari ini saya juga menegaskan kembali bahwa pemerintah akan terus menggunakan PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan bagi masyarakat yang akan terus dilakukan evaluasinya," kata Luhut.

"Kelalaian dan kecerobohan sekecil apapun yang timbul nyatanya akan mengulang pengalaman kelam di masa lalu," pungkasnya.



Simak Video "Corona RI 14 September: Tambah 2.799 Kasus, DKI Sumbang 1.228"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT