Cukai Rokok Naik 10 Persen, Bakal Kurangi Perokok? Nggak Sesimpel Itu Sih

ADVERTISEMENT

Cukai Rokok Naik 10 Persen, Bakal Kurangi Perokok? Nggak Sesimpel Itu Sih

Nurul Febian Danari - detikHealth
Minggu, 06 Nov 2022 15:10 WIB
Ilustrasi Rokok
Ilustrasi berhenti merokok (Foto: iStock)
Jakarta -

Dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto menanggapi kenaikan cukai rokok 10 persen oleh pemerintah. Keputusan kenaikan cukai rokok ini berlaku selama dua tahun, tepatnya 2023-2024.

"Saya apresiasi kenaikan cukai rokok, memang ini menjadi salah satu pilar dalam pengendalian tembakau. Meskipun begitu, kenaikan cukai rokok saja belum cukup mengurangi jumlah perokok di Indonesia," kata dr Agus saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2022).

Menurut dia, langkah-langkah tegas lain harus tetap dilakukan mulai dari larangan iklan rokok di media, penggencaran kawasan tanpa rokok (KTR), hukuman yang tegas bagi pelanggar aturan di KTR, sampai penyediaan layanan berhenti merokok.

"Perlu konsistensi peringatan bahaya merokok pada bungkus rokok," bebernya.



Seperti diketahui, perokok di Indonesia setiap harinya mengalami peningkatan. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), hingga 2021 saja jumlah perokok menaik jadi 69,1 juta dari sebelumnya 60,3 juta pada 2011. Mirisnya lagi, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukan 9,1 persen diantaranya adalah perokok dengan usia remaja.

Asap rokok mengandung karbon monoksida yang bisa menggantikan oksigen dalam darah. Lambat laun akibatnya organ-organ vital dalam tubuh perokok akan kekurangan oksigen yang dibutuhkan.

NEXT: Dampak merokok pada kesehatan



Simak Video "Bahaya Vape Vs Rokok"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT