Hipertensi Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil, Kenali Jenis-jenisnya

ADVERTISEMENT

Hipertensi Dapat Terjadi Pada Ibu Hamil, Kenali Jenis-jenisnya

Alethea Pricila - detikHealth
Senin, 07 Nov 2022 21:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Jenis-jenis hipertensi pada ibu hamil. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mykola Sosiukin
Jakarta -

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil. Meningkatnya tekanan darah ketika sedang hamil bisa menyebabkan preeklamsia. Oleh karena itu, hipertensi menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai sebelum membahayakan ibu dan janin.

Kondisi ini kerap dianggap remeh beberapa orang padahal angka hipertensi pada ibu hamil masih tergolong tinggi. Sebuah data mencatat dari 100 ibu yang sedang hamil, 5 hingga 10 di antaranya mengidap hipertensi. Maka dari itu penting bagi wanita khususnya calon ibu untuk mengetahui penyebab hipertensi dalam kehamilan agar dapat menangani dan mencegah dengan tepat.

Apa Itu Hipertensi?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi saat tekanan darah ibu lebih dari 140/90 mmHg. Normalnya, tekanan darah pada orang dewasa termasuk ibu hamil berada di angka 120/80 mmHg. Oleh sebab itu, mereka yang telah memiliki tekanan lebih dari 140/90 mmHg menjadi tanda sedang dalam kondisi tekanan darah tinggi dan wajib diwaspadai.

Jenis Hipertensi dalam Kehamilan

Di dunia medis, kondisi hipertensi dalam kehamilan diidentifikasikan berdasarkan rentang kode ICD. Masing-masing kode itu akan dikategorikan berdasarkan hasil diagnosis dokter dan gejala yang dikeluhkan pasien. Berikut jenis hipertensi berdasarkan tingkat tekanan darahnya.

1. Hipertensi Kronis

Pada beberapa kasus, hipertensi kronis pada ibu hamil terdeteksi ketika usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah 140/90 mmHg. Hipertensi kronis bisa bertahan selama kehamilan hingga 12 minggu pasca melahirkan.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti obesitas, riwayat hipertensi, dan seorang ibu mengalami kehamilan di atas usia 35 tahun. Tak hanya itu, faktor lain yang juga dapat menyebabkan hipertensi kronis adalah kelainan ginjal parenkim, hiperplasia fibromuskular atau hiperaldosteronisme namun kondisi ini jarang ditemukan pada ibu hamil.

2. Hipertensi Gestasional

Jenis hipertensi ini biasanya muncul ketika usia kehamilan setelah 20 minggu atau di trimester kedua. Kondisi hipertensi gestasional pada ibu hamil ditandai dengan tekanan darah di atas 1160/110 mmHg dan dapat terjadi hingga 10 hari pasca persalinan.

Gejala-gejala yang dialami seperti sakit kepala, penglihatan kabur, sakit punggung, kembung, dan nyeri perut. Jenis hipertensi ini dapat menyebabkan nyeri otot, umumnya gejala ini terjadi ketika ibu mengejan saat buang air besar atau muntah.

3. Hipertensi Kronis dengan Superimposed Preeklamsia

Hipertensi ini merupakan kondisi ibu hamil dengan hipertensi kronis mengalami preeklamsia selama kehamilan. Hipertensi Kronis dengan superimposed preeklamsia dapat terjadi dalam usia kehamilah lebih dari 20 minggu, ketika kondisi hipertensi ibu memberat dan disertai tanda-tanda preeklamsia.

Lalu apa itu preeklamsia dan eklamsia serta bagaimana cara mencegahnya?

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Indra Bekti Punya Riwayat Hipertensi Setahun Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(Alethea Pricila/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT