dr Raden Rubini Natawisastra, Dokter Pejuang yang Jadi Pahlawan Nasional

ADVERTISEMENT

dr Raden Rubini Natawisastra, Dokter Pejuang yang Jadi Pahlawan Nasional

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 11 Nov 2022 12:17 WIB
Profil dr Rubini Natawisastra, Bergelar Pahlawan Nasional di 2022
dr Raden Rubini Natawisastra (Foto: Dok. RSUD dr Rubini Mempawah).
Jakarta -

Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada lima tokoh, salah satunya dr Raden Rubini Natawisastra. Pemberian gelar Pahlawan Nasional ini dilaksanakan pada 7 November 2022 di Istana Negara.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD melalui Twitter pribadinya, Kamis (3/11/2022).

"Twips. Pemerintah akan anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 putera pejuang dan pengisi kemerdekaan Indonesia. Kepada daerah-daerah dan institusi-institusi warisannya dipersilakan melakukan tahniah (syukuran). Penganugerahan gelar oleh Presiden akan dilakukan di Istana Negara tanggal 7 November 2022," kata Mahfud dalam cuitannya.

Berikut profil dr Raden Rubini Natawisastra hingga jasa pengorbanannya untuk Indonesia.

Profil dr Raden Rubini Natawisastra yang Jadi Pahlawan Nasional

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), tokoh kelahiran Bandung 31 Agustus 1906 ini pada awalnya mengabdikan diri sebagai dokter di Ibu Kota DKI Jakarta. Pada tahun 1934, ia dipindahkan ke Pontianak dan dikenal sebagai dokter yang rendah hati dan tanpa pamrih.

Ia kerap berkeliling mengunjungi desa-desa terpencil di Kalimantan Barat untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat. Bahkan, ia juga memberikan perlindungan terhadap ibu dan anak, termasuk menurunkan angka kematian ibu dan anak yang terjadi pada praktik dukun beranak.

Adapun usaha dr Raden Rubini Natawisastra untuk menyejahterakan ini juga dibantu oleh istrinya, Amalia Rubini, sosok yang tergabung dalam gerakan Palang Merah, pun ia berinteraksi dengan perkumpulan istri dokter di Pontianak untuk berbagi informasi seputar pemberdayaan perempuan dan anak.

Perjuangan dr Raden Rubini Natawisastra di RI

Pada masa pendudukan Jepang, dr Raden Rubini Natawisastra turut merawat kaum perempuan yang menerima kekerasan seksual dari tentara Jepang. Hal ini semakin membulatkan tekadnya untuk melawan penindasan Jepang.

Ia pun mulai mengadakan konsolidasi para aktivis dan sejumlah tokoh pejuang untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang yang rencananya dilaksanakan pada Desember 1943. Namun rencana aksi ini diketahui Jepang karena adanya sejumlah orang yang berkhianat sebagai mata-mata Jepang.

Akibatnya, dr Raden Rubini Natawisastra bersama sang istri dan sejumlah tokoh yang dianggap terlibat rencana aksi tersebut diciduk oleh Jepang dan dibantai secara sadis pada 28 Juni 1944 di daerah Mandor. Peristiwa pembantaian ini dikenal sebagai tragedi Mandor.

Untuk menghargai jasa dan dedikasi dr Raden Rubini Natawisastra kepada bangsa dan negara, maka namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Selain itu nama beliau diabadikan pula menjadi nama jalan di Mempawah, kota Pontianak, dan Kota Bandung.

Alasan dr Raden Rubini Natawisastra Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

dr Raden Rubini Natawisastra telah melampaui tugas pokoknya sebagai dokter pada masa itu, karena dirinya ikut serta dalam setiap periode sejarah bangsa.

Ia juga telah memberikan teladan bagi para dokter Indonesia, bahwa seorang dokter tidak hanya sekedar menjadi agent of treatment semata, tetapi juga harus terlibat sebagai agent of development bahkan agent of change bagi bangsa dan negaranya.



Simak Video "RSUD Diharapkan Punya Fasilitas Memadai untuk Tangani Pasien Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT