Disebut Lebih Menular, Masa Inkubasi Omicron XBB Berapa Hari?

ADVERTISEMENT

Disebut Lebih Menular, Masa Inkubasi Omicron XBB Berapa Hari?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 11 Nov 2022 18:30 WIB
Virus variant, coronavirus, spike protein. Omicron. Covid-19 seen under the microscope. SARS-CoV-2, 3d rendering
Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Naeblys)
Jakarta -

Masyarakat RI perlu mengetahui berapa lama masa inkubasi Omicron XBB. Pasalnya, subvarian Omicron ini disebut lebih menular dibandingkan varian dan subvarian lainnya. Bahkan, Juru bicara pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa broto asmoro beberapa waktu lalu menyebut penularan subvarian ini 1,7 kali lebih cepat dibandingkan Omicron pertama.

"Adanya kenaikan kasus di berbagai negara ini memang berkaitan dengan XBB, jadi disinyalir tren kenaikan kasus yang terjadi di Indonesia ini juga dikaitkan dengan varian XBB yang sudah ditemukan," ucapnya dalam podcast Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Senin (7/11/2022).

Meskipun disebut lebih menular, juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa subvarian ini memiliki tingkat keparahan dan gejala yang lebih ringan dibandingkan lainnya, seperti Omicron BA.4 dan BA.5. Adapun gejalanya, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Nyeri menelan
  • Sakit badan
  • Nyeri ulu hati

"Memang ada yang dirawat pasien ini, tapi sebagian besar diisolasi mandiri. Yang dirawat ada yang juga sembuh," ucap Syahril saat konferensi pers, Kamis (10/11).

Masa Inkubasi Omicron XBB Berapa Hari?

Mengingat subvarian XBB termasuk dalam Omicron, sehingga masa inkubasinya pun sangat cepat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS), orang yang terinfeksi Omicron membutuhkan waktu tiga atau kurang untuk mengalami gejala setelah terpapar.

"Sebagian besar pasien datang dengan masa inkubasi tiga atau empat hari," kata Armando Meza, kepala penyakit menular di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas Tech di El Paso, dikutip dari NBCNews.

Di sisi lain, seorang ahli anestesi dan dokter perawatan kritis di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Anita Gupta mengatakan bisa juga masa inkubasinya lebih pendek atau lebih lama tergantung pada sejumlah variabel, termasuk usia, masalah kesehatan yang mendasari dan status vaksinasi.



Simak Video "Kasus Subvarian Omicron XBB Sudah Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT