Penularan Omicron Berapa Hari Setelah Bertemu Pasien Positif? Cek di Sini

ADVERTISEMENT

Penularan Omicron Berapa Hari Setelah Bertemu Pasien Positif? Cek di Sini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 23 Feb 2022 18:45 WIB
Varian Omicron
Penularan Omicron berapa hari (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Penularan Omicron berapa hari? Mengingat varian COVID-19 yang satu ini cukup berbeda dengan lainnya, seperti Delta. Pasalnya, varian Omicron diklaim lebih menular daripada varian lainnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, dokter spesialis paru menjelaskan bahwa varian Omicron relatif membutuhkan waktu lebih singkat untuk memicu gejala dibanding varian Corona lainnya.

Varian Omicron bisa memunculkan gejala hanya dalam waktu 3 hari, sedangkan varian Corona lainnya bisa memunculkan gejala dalam waktu seminggu.

"(Masa inkubasi COVID-19) rata-rata lima sampai tujuh hari, baru kemudian bergejala. Inkubasi adalah waktu antara terpapar, artinya infeksi atau masuknya virus ke tubuh dengan waktu timbul gejala itu disebut inkubasi," ujar dr Erlina Burhan, SpP(K), dokter spesialis paru senior dari RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (22/2/2022).

"Kalau varian-varian sebelumnya inkubasi itu bervariasi antara 2-14 hari, namun rata-rata biasanya tujuh sampai sembilan hari, bahkan ada yang lima hari. Khusus Omicron lebih cepat, tiga hari sudah menimbulkan gejala," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganalisis data dari enam orang yang tertular varian Omicron. Hasilnya, masa inkubasi pasien Omicron terjadi dalam waktu 73 jam atau tiga hari.

Pada masa inkubasi tersebut, beberapa pasien mengembangkan gejala pertama 33 jam setelah terinfeksi virus Corona. Sedangkan lainnya baru menunjukkan gejala setelah 75 jam.

Peneliti CDC mengungkapkan masa inkubasi varian Omicron jelas lebih pendek dari varian Corona sebelumnya. Sedangkan varian asli atau COVID-19 (SARS-CoV-2) sekitar 5 hari atau lebih, serta varian Delta sekitar 4 hari.

Tahu penularan Omicron berapa hari, seperti apa gejalanya?

Selain penularan Omicron berapa hari, dr Erlina juga menambahkan apabila orang mengalami gejala, seperti:

  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat/meler
  • Sakit tenggorokan
  • Tidak enak badan

Sebaiknya melakukan tes COVID-19 untuk memastikan apakah terinfeksi virus Corona atau tidak.

"Kalau ada keluhan tidak enak badan, apalagi disertai sakit kepala, hidung tersumbat atau berair, nyeri tenggorokan, saya kira sebaiknya Anda memeriksakan diri untuk mengetahui status penyakitnya," jelasnya.

"Supaya tahu status COVID atau bukan, agar supaya perilaku kesehatannya berbeda. Biasanya orang kalau nggak enak badan anggap hanya misal, katakanlah flu, perilaku mereka berbeda kalau itu ada COVID. Terutama di prokes," pungkas dr Erlina.

Tahu penularan Omicron berapa hari, kapan harus tes COVID?

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang diperbarui 22 Februari 2022 kemarin, hari pertama positif COVID-19 terhitung mulai dari tanggal hasil lab keluar. Berikut contoh perhitungan tanggal konfirmasi positif dan tes ulang:

  • H+0 - tanggal hasil lab keluar
  • H+1
  • H+2
  • H+3
  • H+4
  • H+5
  • H+6 - Melakukan exit test PCR pertama
  • H+7
  • H+8
  • H+9
  • H+10 - Jika kasus konfirmasi tidak melakukan exist test, maka status warna akan kembali seperti semula

Catatan Tambahan:

  • Perhitungan hari dihitung berdasarkan tanggal hasil lab keluar, bukan tanggal pengambilan sampel.
  • Jika setelah terkonfirmasi positif dan ada hasil tes negatif pada hari H+1 sampai H+4, maka hasil negatif tersebut tidak diakui.
  • Exit tes PCR dapat dilakukan mulai H+5 sejak terkonfirmasi positif.
  • Exit test pada h+5 dan seterusnya hanya dapat dilakukan menggunakan PCR, hasil antigen tidak diakui.

"Untuk mulai nanti malam, untuk exit test PCR kedua tidak diperlukan. Hanya cukup sekali saja melakukan exit test PCR, dan hasilnya harus negatif. Kalau negatif, otomatis status PeduliLindungi menjadi hijau. Kalau kemarin-kemarin harus dua kali, jadi banyak pertanyaan 'kok saya sudah negatif hari kelima tapi masih hitam?' Kita sederhanakan lagi, tidak diperlukan lagi exit tes kedua," kata Staf Ahli Menteri Bidang Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, dalam konferensi pers virtual terkait update perkembangan COVID-19 di Indonesia, Selasa (22/2/2022).

Sebagai informasi, status hitam menandakan seseorang tidak dapat bepergian ke tempat umum dengan alasan sebagai berikut:

  • Positif COVID-19 kurang dari 10 hari.
  • Riwayat kontak dengan kasus positif kurang dari 10 hari.
  • Baru tiba dari luar negeri.

Sedangkan status hijau menandakan seseorang dapat bepergian ke tempat umum karena termasuk ke dalam kriteria berikut:

  • Vaksinasi dosis lengkap sesuai dengan jenis vaksin yang diterima.
  • Bukan pasien COVID-19 atau kontak erat.
  • Hasil tes antigen (1x24 jam) atau PCR (3x24 jam) negatif.
  • Sudah vaksinasi 1x dan sembuh dari COVID-19 kurang dari 90 hari (penyintas).

Jadi guys, penularan Omicron berapa hari setelah bertemu pasien positif bisa dalam 3 hari ya.



Simak Video "Gejala Omicron BN.1 yang Sudah Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT