Kenapa Tak Pernah Ada Pil KB untuk Pria? Ternyata Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Kenapa Tak Pernah Ada Pil KB untuk Pria? Ternyata Ini Alasannya

Nurul Febian Danari - detikHealth
Minggu, 13 Nov 2022 09:02 WIB
ilustrasi sperma
Kenapa belum ada pil KB untuk pria? (Foto: iStock)
Jakarta -

Penggunaan alat kontrasepsi biasanya digunakan untuk mengendalikan kehamilan pada wanita. Alat kontrasepsi yang paling umum digunakan terbagi menjadi tiga yakni sterilisasi, pil, dan LARCs atau kontrasepsi reversibel jangka panjang seperti intrauterine device (IUD) atau KB spiral.

Sementara pada kehamilan, bukan hanya wanita saja yang berperan tetapi juga pria. Meskipun pria sudah menggunakan kondom bahkan menjalani operasi sterilisasi untuk mencegah kehamilan, nyatanya penggunaan pil KB pada pria belum terlihat ada.

Apakah Ada Pil KB untuk Pria?

Dikutip dari WebMd, sebuah penelitian menunjukkan bahwa akan banyak pria yang menyambut baik adanya pil KB berbasis hormon. Sayangnya, untuk menghasilkan pil KB yang aman, andal, dan efektif untuk pria sangat sulit dan rumit.

Jika pil KB pria tersebut ada, untuk membuatnya efektif setidaknya ada beberapa hal yang menjadi catatan, yakni bisa memperlambat atau menghentikan pembuatan dan pembentukan sperma, menghentikan sperma untuk meninggalkan tubuh, memperlambat sperma agar tidak sampai ke tujuan, dan mencegah sperma membuahi sel telur.

Sejauh ini, sebagian besar kontrasepsi yang dilakukan untuk pria adalah dengan suntikan, bukan pil. Beberapa penggunaan pil pada pria berpotensi menimbulkan masalah kesehatan hati. Selain itu, efek samping lain adalah munculnya jerawat serta perubahan suasana hati.

Dikutip dari Healthline, ada penelitian terbaru tentang keamanan beberapa formulasi kontrasepsi pria, termasuk dua formulasi oral (pil) dan gel topikal.

Pada formulasi oral, ada dimethandrolone undecanoate (DMAU) yang telah lulus uji keamanan manusia serta yang lebih baru 11-beta-MNTDC. keduanya masih dalam pengembangan. Sementara pada formulasi gel topikal, ada NES/T yaitu kombinasi hormon progestin dan testosterone yang berkembang pesat. Formulasi ini juga sudah lulus uji keamanan.

Seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, Dr. Stephanie Page menjelaskan bahwa kedua formulasi tersebut pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama. Mereka bergantung pada kontrasepsi hormonal wanita yakni hormon eksogen, testosteron sebagai lawan estrogen, plus progestin.

Sayangnya, penggunaan pil KB bisa mengganggu hormon baik pada pria maupun wanita. Kontrasepsi wanita akan menimbulkan efek penambahan berat badan, kemurungan, kolesterol tinggi, dan pembekuan darah.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "IBI: Pil KB Gunanya untuk melindungi Semua Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT