Dear Ortu, Ini Daftar Obat Sirup yang Boleh Dipakai Menurut BPOM RI

ADVERTISEMENT

UPDATED

Dear Ortu, Ini Daftar Obat Sirup yang Boleh Dipakai Menurut BPOM RI

Alethea Pricila - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 05:30 WIB
Ilustrasi obat sirup paracetamol
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Sebanyak 6.001 produk obat sirup yang tercemar Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) ditemukan di berbagai lapak online. Hal ini diucapkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito. Ia menyebut obat sirup tersebut didapatkan dari salah satu produsen yang tidak memenuhi standar mutu. Produk tersebut bahkan tetap dijual melalui lapak online tersebut meski pihak BPOM sudah memberikan keterangan kepada masyarakat mengenai obat sirup yang berbahaya.

"Deputi Bidang Penindakan ada Direktorat Cyber Patrol, telah diidentifikasi ada 6.001 tautan link yang menjual produk tersebut. Kita baru saja merilis bahwa produk ini berbahaya, masih ada menjual 6.001," ucapnya dalam konferensi pers, Kamis (17/11/2022).

Penny menyebut obat sirup itu dijual dengan harga yang murah. Meski begitu, pihaknya telah menurunkan 6.001 tautan link tersebut secara bertahap sehingga per Rabu (16/11) hanya tersisa tiga tautan link yang masih beredar di online.

4 Perusahaan Jadi Tersangka

Bareskrim Polri kembali menetapkan dua perusahaan lain sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut yakni PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical. Kedua perusahaan tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan memproduksi obat atau mengedarkan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu.

"Ya betul," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/11).

Ia menyebut PT Afi Farma dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan pelarut PG yang ternyata mengandung EG dan DEG diambang batas. Perusahaan itu diduga mendapatkan bahan baku tambahan dari CV Samudera Chemical usai dilakukan kerja sama dengan BPOM di lokasi. Ditemukan ada 42 drum propilen glikol yang mengandung EG melebihi ambang batas.

"Barang bukti yang diamankan yakni sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi oleh PT A, berbagai dokumen termasuk PO (purchasing order) dan DO (delivery order) PT A, hasil uji lab terhadap sampel obat produksi PT A dan 42 drum PG yang diduga mengandung EG dan DEG, yang ditemukan di CV SC," kata Dedi.

Penny K Lukito menyebut kedua perusahaan tersebut kini telah dilakukan penyidikan dan diproses oleh BPOM serta kepolisian untuk kelancaran penindakan hukum agar memberi efek jera.

Kini sudah ada 4 perusahaan yang ditetapkan menjadi tersangka imbas gagal ginjal akut. Berikut daftar lengkapnya.

  • PT Yarindo Farmatama
  • PT Universal Pharmaceutical Industries
  • PT Afi Farma
  • CV Samudera Chemical

Meski begitu, Penny menyebut terdapat dua perusahaan farmasi lainnya yang sedang diproses penyidikan yaitu PT Samco Farma dan Ciubros Farma.

BPOM Minta Adanya Perubahan UU

Banyaknya temuan obat cair yang mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas aman membuat Penny menyebut diperlukannya pembenahan aturan terhadap produksi dan industri farma. Pihaknya juga mendukung untuk diadakan bantuan berupa perubahan Undang-undang (UU) menyangkut perubahan terhadap jaminan produk dan makanan.

"Tentu BPOM membutuhkan payung hukum yang kuat untuk tugas pengawasan, untuk pengembangan dunia usaha kita mengedukasi masyarakat, melakukan pengawasan, melakukan penindakan. Peran BPOM sangat-sangat besar dengan keterbatasan yang ada," tegas Penny dalam konferensi pers, Kamis (17/11).

Lebih lanjut Penny mengungkap pengadaan UU terkait obat dan makanan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu namun terhenti.

"(Kejahatan) semakin meluas sehingga BPOM tentu (membutuhkan) penguatan dan itu dimulai dengan Undang-undang. Proses sudah berjalan sebetulnya sejak 2018-2019 inisiatif DPR. Tetapi terhenti," ujar Penny.

"Tentunya kami mengimbau DPR untuk mulai kembali proses tersebut dan pemerintah untuk membereskan. Harapannya BPOM ada di sana, terlibat daam pembuatan tersebut. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait," pungkasnya.

Daftar 294 Obat Sirup yang Aman

BPOM RI kembali merilis 294 obat sirup yang aman EG dan DEG dan sudah teridentifikasi serta memenuhi kriteria. Dari total tersebut, sebanyak 168 merupakan produk sirup yang tidak mengandung 4 pelarut yakni propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol sehingga tidak mengandung EG dan DEG. Berikut daftar obatnya:

  • Cotrimoxazole (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Holi Pharma)
  • Cotrimoxazole (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Harsen)
  • Colsancetine (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Sanbe Farma)
  • Chloramphenicol Palmitate (Suspensi, Botol, @ 60 Ml,, Meprofarm)
  • Risperdal (Cairan Oral, Dus, 1 Botol, @ 30 Ml, Soho Industri Pharmasi)
  • Noprenia (Larutan oral, Dus, 1 Botol, @ 30 Ml, Novell Pharmaceutical Laboratories)
  • Nystatin (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 15 Ml, Ifars Pharmaceutical Laboratories)
  • Kandistatin (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 12 Ml, Metiska Farma)
  • Cazetin (Drops, Dus, 1 Botol @ 15 Ml, Ifars Pharmaceutical Laboratories)
  • Saldextamin (Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 ML, Itrasal)
  • Erlamycetin (Suspensi, Dus, 1 Botol, 60 Ml, Erlangga Edi Laboratories (Erla)
  • Gitri (Suspensi, Dus, 1 Botol @60 Ml, Holi Pharma)
  • Lapicef (Drops, Dus, 1 Botol, @ 15 Ml, Lapi laboratories)
  • Saltrim Forte (Suspensi, Dus, 1 Botol, 60 Ml, Itrasal)
  • Suprachlor (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Meprofarm)
  • Supramox (Drop, Dus, 1 Botol, @ 20 Ml, Meprofarm)
  • Trimeta (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Intijaya Meta Ratna Pharmindo)
  • Decatrim (Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Harsen)
  • Flagyl (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Aventis Pharma)
  • Grafazol (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Graha Farma)
  • Metrolet (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 100 Ml, Harsen)
  • Metronidazole Benzoat (Suspensi, Dus, Botol Plastik, @ 100 Ml, Harsen)
  • Metronidazole Benzoate (Suspensi, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Ghara Farma)
  • Deferiprone (Cairan Oral, Dus, 1 Botol, @ 250 Ml, Pratapa Nirmala)
  • Durafer (Cairan oral, Dus, 1 Botol plastik, @ 250 Ml, Pratapa Nirmala)
  • Methadone Hydrochloride (Sirup, Botol, @ 1000 Ml, Kimia Farma TBK.)
  • Alergon (Sirup, Dus, 1 Botol Plastik, @ 60 Ml, Konimex)
  • B-dex (Sirup, Dus, 1 Botol, @ 60 Ml, Nulab Pharmaceutical Indonesia)

Catatan redaksi: Artikel ini mengalami pemutakhiran terkait kesalahan penyebutan nama produsen.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT