Menyoal Cedera Karim Benzema, Dipastikan Absen di Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Menyoal Cedera Karim Benzema, Dipastikan Absen di Piala Dunia 2022

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 20 Nov 2022 08:32 WIB
Frances forward Karim Benzema looks down during a training session at the Jassim-bin-Hamad Stadium in Doha on November 17, 2022, ahead of the Qatar 2022 World Cup football tournament. (Photo by FRANCK FIFE / AFP) (Photo by FRANCK FIFE/AFP via Getty Images)
Karim Benzema absen dari Piala Dunia 2022. (Foto: AFP via Getty Images/FRANCK FIFE)
Jakarta -

Karim Benzema dipastikan absen dari Piala Dunia 2022 usai dirinya mengalami cedera saat berlatih dengan tim Prancis di Qatar. Dalam pernyataan resmi federasi sepak bola Prancis, bomber Real Madrid itu sebelumnya merasakan sakit di bagian depan paha kirinya.

Setelah dilakukan MRI, Benzema dikonfirmasi mengalami cedera rektus femoris. Pesepakbola 34 tahun itu membutuhkan waktu pemulihan selama tiga minggu.

Apa itu cedera rektus femoris?

Cedera ini menyebabkan robeknya tendon atau jaringan tebal yang berfungsi menempelkan otot ke tulang, di salah satu otot paha bagian depan. Dalam kebanyakan kasus, sering terjadi di asal otot bagian depan pinggul.

Gejalanya meliputi:

  • Mendadak nyeri di bagian depan pinggul atau paha.
  • Bengkak dan memar di lokasi cedera.

Dokter atau terapis nantinya akan mengarahkan pasien mengangkat lutut (atau kaki) ke atas sambil menahan gerakan. Jika rasa sakit muncul, maka hal itu juga mengindikasikan adanya cedera rektus femoris atau otot paha bagian depan. Namun, tingkat keparahan masing-masing orang berbeda, tergantung dari seberapa besar robekan yang terjadi.

Penyebab

Cedera ini paling sering terjadi saat melakukan kesalahan selama stretching atau peregangan. Peregangan memanjang serat otot, tapi kamu tidak ingin meregangkan tendon, yang akan melemahkan seratnya dan membuatnya rentan terhadap cedera.

Bisa juga terjadi akibat pergerakan kuat dari aktivitas berlari, melompat, menendang bola.

Berapa Lama Pemulihannya?

Dalam kebanyakan kasus, seseorang bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu 2-6 minggu tergantung pada tingkat keparahan.



Simak Video "99 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT