Siswa SMP Dibully hingga Pingsan, Psikolog Soroti Masa Lalu Pelaku

ADVERTISEMENT

Siswa SMP Dibully hingga Pingsan, Psikolog Soroti Masa Lalu Pelaku

Muhammad Rofiq - detikHealth
Minggu, 20 Nov 2022 18:02 WIB
Unrecognizable teenager boy crying desperate for bullying with mobile lying on the floor in foreground. Selective focus on mobile in foreground
Ilustrasi bullying (Foto: Getty Images/iStockphoto/doble-d)
Jakarta -

Geger aksi perundungan atau 'bullying' yang menimpa seorang siswa SMP swasta di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2022). Usai mendapatkan tindakan tersebut, korban bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit.

Dikutip dari detikJabar, Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Rose membenarkan adanya perundungan yang dilakukan sejumlah siswa kepada seorang temannya. Aksi perundungan itu terjadi di salah satu SMP swasta di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

"Kejadiannya Hari Kamis Tanggal 17 November 2022 sekitar pukul 09.15 WIB di dalam kelas 9 SMP," kata Rose via pesan singkat, Sabtu (19/11).

Rose menyebut, saat ini Polsek Ujungberung sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. "Benar adanya kejadian tersebut, Polsek Ujungberung saat ini sedang melaksanakan penyelidikan," ucapnya.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan ada sejumlah kemungkinan di balik aksi bullying, saat mereka (pelaku) memanfaatkan 'power' untuk menekan seseorang yang dianggap lemah.

"Jadi kalau misalnya dia membully di sekolah bisa jadi dia dibully di rumah atau di lingkungannya. Di rumah bisa atau misalnya sama tetangga, pokoknya linkungan terdekat lah ya, atau extended family," ujar Rosdiana saat dihubungi detikcom, Minggu (20/11).

"Buat mereka ya sudah biasa aja gitu buat orang yang punya power lebih, apapun artinya 'powernya' itu untuk menekan yang dianggap lebih lemah," tambahnya.

Pelaku Dendam dengan Masa Lalu?

Lebih lanjut, Rosdiana mengungkapkan jika para pelaku bullying sebenarnya mungkin balas dendam dengan masa lalu. Namun, motif pelaku sebenarnya perlu diketahui lebih lanjut.

"Misalnya nih sekolah melihat ada anak yang membully itu mesti ditangani dengan baik, ditanya dia belajar membully itu darimana, apakah misalnya memang dia trauma garagara dibully ya kan, atau misalnya dia mendapatkan contoh gitu," ungkapnya.

"Kemudian harus mendapatkan konsekuensi, keluarga mesti dilibatkan," sambungnya.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT